logo

01/11/18

Anggota DPRD Polisikan Kasus Paket Bali Dijual Murah ke China

Anggota DPRD Polisikan Kasus Paket Bali Dijual Murah ke China

NUSANEWS - Penjualan paket wisata murah Bali ke wisatawan China dinilai sudah keterlaluan. Ditengarai, bisnis itu dikendalikan oleh 'mafia Tiongkok'. Anggota DPRD Bali Nyoman Tirtawan mengadukannya ke polisi.

Politikus NasDem dari dapil Buleleng itu mengirimkan surat yang ditujukan kepada Kapolda Bali Irjen Petrus Reinhard Golose. Surat tertanggal 29 Oktober 2018 itu berisi permohonan lidik terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oknum pariwisata.

"Bali sebagai destinasi wisata dunia sangat bergantung pada keamanan, kenyamanan wisatawan, serta nama baik Bali sebagai tujuan wisata dunia. Untuk itu, kami berharap Polda Bali melakukan lidik terkait adanya dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh oknum pelaku wisata dan oknum warga Tiongkok di Bali," demikian bunyi kutipan surat tersebut.

Tirtawan menyertakan sejumlah dugaan pelanggaran yang dilakukan oknum pariwisata tersebut, yaitu penggunaan lambang Negara Pancasila pada stempel tokonya, penggunaan tenaga asing secara ilegal, dugaan tindak pidana penipuan, hingga merugikan dan merusak nama baik pariwisata Bali, serta dugaan adanya upaya perlindungan oleh pihak yang tidak berwenang. Ada tujuh orang yang diadukan oleh Tirtawan.

Dimintai konfirmasi, Tirtawan membenarkan isi surat tersebut. Dia mengaku mengadukan kasus itu bersama Ketua Dewan Pembina LSM-FPMK Gede Suardana.

"Ya dong, karena indikasi kuat adanya pidana," ucap Tirtawan ketika dihubungi, Kamis (1/11/2018).

Dia menambahkan, ada sejumlah bukti yang dia sertakan, mulai rekaman dan dokumen. Dia yakin ada tindak pidana dalam kasus jual paket wisata murah Bali ke turis China.

"Pertama quality guarantee sheet, menggunakan lambang burung Garuda, ada beberapa toko beroperasi tanpa izin, lalu dugaan tidak bayar pajak karena ada pembayaran WeChat. Keempat, dugaan penggunaan TKA ilegal," urainya.

Dihubungi terpisah, Dirkrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan mengaku belum menerima laporan resmi terkait kasus jual murah paket wisata Bali.

"Belum ada laporan, baru info saja. Kita lagi kumpulkan bahan info," terang Andi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...