logo

04/11/18

5 Malam Menyelinap ke Rumah Cewek SMP, Akhirnya Ketahuan Orang Tua

5 Malam Menyelinap ke Rumah Cewek SMP, Akhirnya Ketahuan Orang Tua

NUSANEWS - Cewek SMP, sebut saja Bulan, menjadi korban pencabulan yang dilakukan pacarnyaa, Matheis Disakotta (21). Remaja 12 tahun itu digenjot sang pacar 5 malam berturut-turut.

Pelaku yang akrab dipanggil Otta, akhirnya dibekuk Unit Reskrim Polsek Sungai Pinang pada Jumat (2/11). Ia ditangkap sehari setelah dilaporkan orang tua Bulan ke polisi.

Kepada petugas, Otta mengakui perbuatannya. Otta mengatakan baru menjalin kasih dengan Bulan sekiatr 4 bulan. “Sekitar 4 bulan, Pak,” ungkap Otta.

Hubungan itu, disebut pemuda berkulit sawo matang itu lantaran jarak rumah keduanya yang hanya beberapa puluh meter. Terpaut 9 tahun jarak usia keduanya, tak membuat Otta malu. “Namanya juga cinta,” sambungnya.

Remaja berambut keriting itu tak mengetahui bagaimana bisa hubungan mereka diketahui orangtua Bulan.

Korban membeber peristiwa yang dialami kepada ortunya, RD, yang lantas lapor ke polisi.

“Awalnya menyebut sekadar jalan, tapi terus ditanya, akhirnya mengaku,” ungkap Kapolsek Samarinda Utara AKP Nono Rusmana.

Dibeberkan polisi, jarak rumah yang cukup dekat, membuat warga sekitar tak menaruh curiga. Namun, setiap pukul 22.00 Wita atau jelang tengah malam, pelaku kerap menyelinap ke rumah Bulan.

Hubungan terlarang itu terjadi lantaran rumah korban kerap sepi. Pasalnya, orangtua korban tengah menengok keluarga yang sedang sakit di Jawa Timur.

Selama lima hari berturut-turut di rumah Bulan, kawasan Sempaja Barat, Kelurahan Samarinda Utara, hubungan terlarang itu dilakukan keduanya. Tepatnya pada tanggal 23-27 Oktober 2018.

“Pengakuannya atas dasar suka sama suka,” tegas Nono. Hanya, Otta mengaku siap bertanggung jawab.

Perwira Polri balok tiga itu menegaskan, pelaku dijerat dengan Pasal 82 Ayat (1) UU RI No 35/2014 atas perubahan UU RI No 23/2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukumannya jelas 15 tahun penjara,” sebutnya.

Polisi juga masih menunggu hasil visum et repertum (VER) yang dikeluarkan rumah sakit sebagai bukti kuat perbuatan asusila terhadap korban.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...