logo

22/11/18

10 Fakta Iin Puspita, Dihabisi Kakak Angkat Hingga Membusuk di Lemari

10 Fakta Iin Puspita, Dihabisi Kakak Angkat Hingga Membusuk di Lemari

NUSANEWS - Kasus pembunuhan wanita cantik bernama Ciktuti Iin Puspita masih menjadi perbincangan masyarakat.

Gadis muda yang bekerja sebagai pemandu lagi di tempat karaoke itu dibunuh secara sadis. Mayat perempuan berusia 20 tahun itu disimpan di lemari kamar kos di Jalan Senang No. 1 Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Tidak kurang dari 24 jam pihak kepolisian berhasil menangkap para pelaku. Kedua pelaku bernama Yustian (24) dan Nissa Regina (17) sudah tertangkap di Merangin, Jambi, Selasa (20/11) sore.

Dari hasil interogasi polisi terhadap tersangka, kedua pasangan kekasih itu nekat membunuh pemandu karaoke karena tersinggung dan menyimpan dendam.

Berikut 10 fakta Iin Puspita:

1. Iin Puspita Ditemukan Membusuk di Dalam Lemari

Ciktuti Iin Puspita ditemukan tewas di dalam lemari sebuah indekos. Jasad Iin pun sudah membusuk dan diperkirakan pembunuhan sudah dilakukan beberapa hari sebelumnya.

Kendati demikian, Polres Metro Jakarta Selatan belum bisa memastikan seberapa lama korban berada di lemari.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar mengatakan, mayat Intan ditemukan sudah dalam keadaan membusuk.

Sehingga bau tak sedap dari kamar indekos Intan tercium oleh tetangganya. Saat olah TKP, tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti berupa palu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

“Ya, sudah lama. Tapi kami belum bisa memastikan seberapa lama korban berada di kamar kos,” ujar Indra Jafar di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Rabu (21/11).

2. Iin Puspita Bekerja Sebagai Pemandu Lagu

Ketua RT 03, Mamnun mengaku dirinya tak tahu pasti kronologi tewasnya Intan di sebuah kamar kos di Jalan Senang No.1, Kelurahan Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (20/11).

Kendati demikian, berdasarkan informasi yang dilaporkan kepadanya, Intan bekerja di sebuah tempat karaoke The Palace, sekitar 3 kilometer dari kos yang

Menurut Mamnun, setiap harinya korban keluar dari kamar kos sekitar pukul 7 malam dan kembali pulang malam dini hari. Ia tak tahu pasti di Palace bekerja sebagai pemandu karaoke atau bukan.

“Dia kerja malam di tempat karaoke The Palace. Di tempat kosan itu ada cowoknya juga. Kerja malam, sekitar jam 7 keluar dari kosan. Pulang tidak tahu jam berapa,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Selasa (20/11) malam.

3. Dua Pelaku Ditangkap di Jambi

Tidak kurang dari 24 jam pihak kepolisian berhasil menangkap para pelaku. Kedua pelaku adalah pasangan kekasih bernama Yustian (24) dan Nissa Regina (17). Keduanya sudah tertangkap di Merangin, Jambi, Selasa (20/11) sore.

Keduanya dibekuk anggota Polres Merangin, Jambi. Sedianya kedua pelaku akan melarikan diri ke Padang, Sumatera Barat, menggunakan bus.

Dalam pemeriksaan awal di Polres Merangin, Yustian mengaku telah membunuh korban lantaran kesal dengan sikap korban yang telah membohongi kekasihnya.

“Dua pelaku kami tangkap di Jambi, pelaku masih (berada) di Jambi, kami masih kesulitan membawa kedua tersangka. Pesawat di Jambi adanya sore. Kemungkinan tiba di Jakarta malam (ini),” ujar Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar.

4. Pembunuh Sakit Hati dan Dendam

Dari hasil interogasi polisi terhadap tersangka, kedua pasangan kekasih itu nekat membunuh pemandu karaoke karena sakit hati dan menyimpan dendam.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menjelaskan, hubungan korban dengan tersangka merupakan teman dan mereka saling kenal. Akan tetapi, sejauh mana hubungan di antara mereka, pihaknya perlu memeriksa lebih jauh.

Dalam pemeriksaan awal di Polres Merangin, Yustian mengaku telah membunuh korban lantaran kesal dengan sikap korban yang telah membohongi kekasihnya.

“Korban menipu pacar saya. Saya kesal. Kala itu pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash sebesar Rp 1,8 juta, namun hanya dikasih Rp 500 ribu sama korban,” ujar Yustian seperti dikutip RMOL.co (Jawa Pos Group), Rabu (21/11).

5.  Pelaku Dijanjikan Uang

Dalam pemeriksaan awal di Polres Merangin, Yustian mengaku telah membunuh korban lantaran kesal dengan sikap korban yang telah membohongi kekasihnya.

“Korban menipu pacar saya. Saya kesal. Kala itu pacar saya bekerja dan dijanjikan uang cash sebesar Rp1,8 juta, namun hanya di kasih 500 ribu sama korban,” ujar Yustian.

Kekesalan Yustian semakin memuncak ketika mendengar cerita korban telah mencekoki kekasihnya dengan ineks.

“Kekesalan saya memuncak pacar saya dicekokin inex oleh korban, tambah pula korban marah-marah sesampai di kos-kosan. Di sana timbul niat saya untuk membunuh korban,” pungkas Yustian.

6. Iin Puspita Dibunuh Kakak Angkat

Pembunuh Iin Puspita ternyata bukan orang asing. Pelaku adalah kakak angkatnya sendiri, Yustian. Ia menghabisi Iin Puspita dengan cara memukul kepala korban menggunakan palu.

Yusitan membunuh Iin Puspita pada Senin 19 November 2018, sekitar pukul 21.00 WIB. Ia emosi melihat pacarnya bertengkar dengan Iin Puspita. Yustian membantu sang pacar. Dia mengambil palu dan memukulkannya ke kepala adik angkatnya hingga tewas.

”Saya anggap sebagai adik sendiri,” kata Yustian dalam pemeriksaan di Polres Merangin, Selasa (20/11/2018) malam.

7. Iin Puspita Dibunuh Menggunakan Palu

Iin Puspita diduga dibunuh menggunakan palu di dalam indekosnya sendiri. Tim penyidik menemukan sejumlah alat bukti berupa palu yang diduga digunakan pelaku untuk menghabisi nyawa korban.

Kedua tersangka sengaja menyimpan jasad Intan di dalam lemari kamar indekos untuk menghilangkan jejaknya usai menghabisi nyawa korban. Bahkan, kedua pelaku sempat membersihkan kamar Intan agar kejahatannya tidak terbongkar.

8. Iin Pupspita Usir Pelaku Dua Hari Sebelum Kejaian

Ketua RT 03 RW 01 Tegal Parang, Mamnun membeberkan sempat ada dua orang yang menginap di kamar kos Iin Pupspita dua hari sebelum kejadian. Dua orang itu diduga Yustian dan kekasihnya Nissa Regina.

“Kejadiannya kayaknya malam Minggu, penjaga kosan bilang ada dua temennya laki dan perempuan menginap di sana,” ucap Mamnun.

Dua orang itu sempat beberapa hari menginap di kos Iin. Ia merasa terganggu, sehingga meminta pasangan kekasih itu keluar dari kamar kos. Namun keduanya menolak. Akhirnya Iin meminta bantuan ke penjaga kos untuk mengusir kedua orang tersebut.

9. Iin Puspita Tidak Masuk Kerja 5 Hari

Sebelum kejadian, Iin Puspita dikabarkan tidak masuk kerja selama lima hari. Iin tak memberi tahu alasannya mengapa tidak masuk kerja.

Para rekan kerjanya saling bertanya satu sama lain, namun tak ada yang tahu keberadaan Iin. Mereka menghubungi via ponsel, tapi tidak aktif.

“Kalau enggak salah sejak Kamis dia sudah tidak masuk kerja,” ucap salah satu rekan kerja korban yang tak mau disebutkan namanya.

10. Jejak Pelaku Diendus dari Rekaman CCTV

Pengungkapan kasus pembunuhan kepada Ciktuti Iin Puspitasari, 20, di lemari kamar kos RT 03 RW 02, Kelurahan Tegal Parang, Kecamatan Mampang Prapatan, Polisi mengendus jejak kedua tersangka melalui rekaman CCTV yang terpasang di sekitar tempat parkir indekos.

Melalui CCTV itu terekam dua orang yang berkunjung di kamar kos yang didiami Intan. Tepatnya di kamar lantai bawah dekat parkiran.

Setelah dilakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari sejumlah saksi-saksi teman dekat korban, diketahui informasi bahwa kedua orang itu berinisial YAP dan R.

“Saat kami melakukan olah TKP yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel, kami menemukan fakta-fakta. Di antaranya CCTV yang terpasang di lokasi. Kemudian, kami berusaha mencari pelaku,” Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar saat dikonfirmasi, Selasa (20/11).


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...