logo

25/10/18

Wiranto Imbau Tak Ada Aksi Respons Pembakaran Bendera HTI

Wiranto Imbau Tak Ada Aksi Respons Pembakaran Bendera HTI

NUSANEWS - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengimbau masyarakat tidak lagi menggelar aksi massa atau demonstrasi menanggapi  pembakaran bendera beraksara Arab yang mirip dengan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Masyarakat diminta mempercayakan kasus itu pada proses hukum yang sedang berjalan.

"Kalau saya bilang silakan selesaikan dengan cara hukum, bukan dengan demo adu domba, emosi," kata Wiranto di Kementerian Sekretariat Negara, Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (25/10).

"(Gunakan) cara Islami, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, semangat tabayyun, cari kebenaran. Ada kebenaran ada di hukum bukan di demo, bukan di wilayah marah, kemudian mobilisasi orang-orang untuk bergerak," ucap dia.

Wiranto menilai aksi massa terkait pembakaran bendera bisa merugikan negara dan sudah seharusnya dihindari, apalagi di masa pemilu. Kata dia, ketertiban dan kenyamanan perlu dijaga demi suksesnya pemilu. Ini sebagaimana dalam proses gelaran pemilihan kepala daerah serentak dan kegiatan berskala internasional beberapa waktu belakangan.

"Masalah pasti ada, disengaja atau tidak apakah itu alasan membakar bendera sebagai HTI kan ada proses hukum. Tapi jangan masing-masing kelompok mengambil inisiatif artikulasi sendiri, kemudian dari situ ambil aksi. Ini nanti malah negeri jadi enggak aman," ujar mantan Panglima TNI tersebut.

Pembakaran bendera oleh anggota Banser pada Senin lalu memang menyulut aksi demo di sejumlah tempat. Aksi itu telah terjadi sejak Selasa (23/10) atau sehari setelah insiden pembakaran.

Unjuk rasa juga rencananya digelar besok, Jumat (26/10), di sejumlah daerah lewat demo bertajuk Aksi Bela Tauhid. Di Jakarta, Polda Metro Jaya telah menerima surat pemberitahuan aksi yang disebut akan dihadiri sekitar seribu orang.

Jangan Bakar Bendera NU

Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212 Slamet Maarif mengimbau masyarakat yang ingin mengikuti Aksi Bela Tauhid agar tidak membakar bendera atau atribut Nahdlatul Ulama, Ansor, dan Bantuan Ansor Serbaguna (Banser). Dia meminta aksi dilakukan dengan damai.

"Jangan. Jangan kita sama dengan mereka. Jangankan kalimat tauhid, jangankan panji Rasulullah, simbol ormas pun tetap harus kita hormati," kata Slamet di Hotel Grand Alia Cikini, Jakarta, Kamis (25/10).

Slamet mengingatkan agar massa tetap menjaga emosi dan tidak melanggar hukum.

"Undang-undang yang ada tetap harus dihormati. Koordinasi dengan aparat kepolisian. Harus Tetap damai, tertib, dan bersih," ujar Slamet.

Slamet menampik aksi di sejumlah daerah dilaksanakan untuk pemanasan menjelang Reuni Aksi Bela Islam 212 pada 2 Desember mendatang. Menurut dia, Aksi Bela Tauhid merupakan reaksi spontan umat Islam atas pembakaran bendera oleh Banser di Garut.

"Ini bentuk jihad umat Islam. Reaksi karena agamanya kembali dinodai, kembali dinistakan. Ini semangat yang luar biasa" ujar Slamet. (bmw/wis)

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...