logo

13/10/18

Viral Surat Edaran Pemprov Soal Larangan Syirik

Viral Surat Edaran Pemprov Soal Larangan Syirik

NUSANEWS - Viral di media sosial surat edaran Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berisi imbauan untuk memperhatikan acara-acara yang berpotensi syirik dan asusila.

Dalam surat edaran tersebut diminta untuk berkaca tentang bencana alam yang kerap terjadi.

Surat ini ditandatangani oleh Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Dengan nomor 120/6759/Wagub tentang ‘Himbauan untuk seluruh pemerintah propinsi kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan’.

Berikut tulisan dalam surat edaran tersebut:

Berkaca pada fenomena bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini, dan desakan/masukan beberapa kelompok masyarakat muslim dalam menilai perilaku maksiat, bentuk budaya berbau kesyirikan, asusila dan lainnya, sebagai faktor dan ‘predesseccors’ pendorong sang Pencipta Allah Subhana Wa ta’ala memberi baik cobaan ataupun peringatan yang sifatnya bukan hanya berdampak pada perilaku, tapi juga masyarakat umum lainnya dalam perspektif tinjauan dan keyakinan agama. Serta sebagai upaya responsive pemerintah dalam menyerap aspirasi serta menjaga kerukunan umat beragama.

Maka kami selaku pemerintah provinsi mengimbau agar:

1. Setiap kegiatan propinsi/kabupaten/kota untuk selalu memperhatikan rundown acara yang berpotensi berbau kesyirikan, asusila dan norma yang tidak sesuai budaya agama masyarakat setempat.

2. Senantiasa melakukan koordinasi dengan lembaga agama dalam hal ini Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan untuk meminta pandangan dan nasehat setiap kegiatan baik seni, budaya maupun kegiatan lainnya di muka umum dan masyarakat beragama.

3. Melakukan kegiatan tradisional yang kreatif tanpa berlawanan dengan aturan budaya dan agama. Serta tetap memperlihatkan karakter sebagai orang Sulawesi Selatan yang religius dan berbudaya.

4. Segenap warga masyarakat untuk senantiasa berdoa kepada Allah agar senantiasa mendapat perlindungan dalam setiap cobaan. Serta memberi kemudahan kepada saudara-saudara kita yang ditimpa musibah gempa dan tsunami melalui bantuan dan doa.

5. Himbauan ini juga berlaku bagi kegiatan seni, budaya dan adat istiadat yang dilakukan oleh kelompok pegiat, organisasi masyarakat, event organizer, perorangan dan lainnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulsel Asmanto Baso Lewa yang dikonfirmasi mengatakan surat imbauan yang Itu sesungguhnya masih berupa draf.

“Ada kesalahan teknis dari tata usaha. Surat edaran tersebut belum diputuskan secara resmi,” katanya Jumat (12/10/2018).

Mengenai tandatangan Wagub Sulsel, kata Asmanto, tentu ada kelalaian yang orang bisa multitafsir. Menurutnya, itu hanya proses awal tetapi bukan untuk diputuskan secara resmi.

“Saya tentu harus menyatakan ada kelalaian, kita minta maaf, apalagi soal teknis. Saya kira esensi pesan itu tujuannya baik,” ungkapnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...