logo

14/10/18

UU No 8/2016, Bukti Koalisi Prabowo Pejuang Kaum Difabel

UU No 8/2016, Bukti Koalisi Prabowo Pejuang Kaum Difabel

NUSANEWS - Indonesia baru pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan pesta olahraga kaum difabel se-Asia atau Asian Para Games. Di ajang itu, setidaknya Indonesia mengirimkan atlet sebanyak 300 orang.

Calon Wakil Presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno saat berada di Cirebon mengharapkan gelaran Asian Para Games 2018 yang diselenggarakan selama 6-13 Oktober 2018 di Jakarta ini dapat berjalan dengan lancar tanpa kendala apa pun.

“Harapannya kita sukses prestasi, sukses penyelenggaraan dan sukses menyetarakan akses kaum disabilitas,” harap Sandi, Kamis (11/10).

Sandi menyatakan, Partai Koalisi Prabowo-Sandi berada di garda terdepan untuk memperjuangkan kesetaraan bagi orang-orang disabilitas. Sudah dibuktikan dengan keluarnya undang-undang nomor 8 tahun 2016.

“Ini yang kita perjuangkan. Kebetulan koalisi kami, PKS, Gerindra salah satu penyokong Undang-Undang nomor 8 tahun 2016. Kita setarakan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan akses terhadap pekerjaan terutama,” kata Ia.

Sementara itu, Politisi PKS istri dari Mantan Gubernur Jawa Barat, Netty Prasetiyani usai mendampingi Sandiaga Uno di acara Training of Trainer OK OCE Prasasti bertajuk Pemuda Kreatif, menambahkan Asian Para Games wujud dari pengejawentahan atas perundang-undangan yang ada. Tak hanya di dunia olahraga, kaum disabilitas pun seharusnya mendapatkan kesetaraan dalam aksesibilitas lainnya, seperti kesetaraan mendapatkan akses perekonomian.

“Ini sebagai wujud implementasi Undang-Undang nomor 8 tahun 2016. Nah ke depan ekonomi kerakyatan juga harus melibatkan kelompok-kelompok yang seringkali termarjinalkan,” kata Netty.

Ia menyatakan, kaum yang termarjinalkan pada umumnya lebih didominasi oleh kalangan perempuan dan anak. Dan jumlah itu tiap tahun mengalami kenaikan. “Saya sering sebut bahwa kelompok termarjinalkan ini wajahnya perempuan dan anak,” pungkasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...