logo

31/10/18

Tim Prabowo Tagih Janji Jokowi Soal Bantuan Gempa Lombok

Tim Prabowo Tagih Janji Jokowi Soal Bantuan Gempa Lombok

NUSANEWS - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah berjanji akan memberikan bantuan sebesar Rp25 juta-Rp50 juta bagi korban gempa Lombok untuk kembali membangun rumah yang rusak. Namun, hingga hari ini janji tersebut masih nihil.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Taufan Rahmadi mengatakan, bukannya terealisasi justru masyarakat di lapangan mendapatkan sejumlah prosedur yang menyulitkan.

"Khususnya terkait bantuan Rp50 juta bagi penggantian rumah. Cukup sudah segala hal dengan prosedur yang ribet, berikan mereka (korban gempa) kenyataan agar penderitaan mereka saat ini bisa berkurang," kata Taufan di Jakarta, Rabu (31/10/2018).

Pria asal  Nusa Tenggara Barat (NTB) ini menyatakan, realita tersebut didapat dari korban gempa di wilayahnya serta melihat dan mendengar langsung keluhan yang dirasakan warga Lombok.

"Turut prihatin atas belum tuntasnya masalah bantuan pasca gempa kepada masyarakat di Kabupaten Lombok Utara. Belum terealisiasinya janji-jamji Presiden Jokowi dan kami sangat prihatin," ujarnya.

Untuk meringankan korban gempa Lombok, ia memastikan jika Prabowo-Sandi bersama tim tidak akan berhenti untuk menyuarakan percepatan pencairan bantuan ini kepada pemerintah, serta mencarikan solusi seperti menyalurkan bantuan logistik untuk mengurangi penderitaan korban gempa.

"Prabowo-Sandi akan mengumpulkan semua relawan, semua jaringan, semua kekuatan guna bersama-sama mencari solusi dan langkah nyata untuk dapat mengurangi penderitaan para korban gempa," imbuhnya.

Sebelumnya, ribuan pengungsi di Lombok Utara kembali berunjuk rasa menuntut pemerintah merealisasikan bantuan gempa bagi mereka.

Aksi tersebut digelar di lapangan Supersemar, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa, 30 Oktober 2018.

Massa menuntut pemerintah segera merealisasikan dana untuk pembangunan hunian tetap bagi korban gempa yang rumahnya hancur.

Selain itu, massa menuntut Kementerian Sosial untuk merealisasikan dana jaminan hidup (jadup) Rp3 juta per kepala keluarga. (Alf)

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...