logo

13/10/18

Tidak Kuat Mengungsi, Siti Rahma Pasrah Diterjang Tsunami, Tak Disangka Ini yang Terjadi

Tidak Kuat Mengungsi, Siti Rahma Pasrah Diterjang Tsunami, Tak Disangka Ini yang Terjadi

NUSANEWS - Banyak keajaiban yang terjadi di balik peristiwa bencana gempa dan tsunami di Palu, 28 September lalu. Seperti yang dialami Siti Rahmawati (68) yang pasrah diterjang tsunami. Namun ajaibnya, ibu enam anak ini selamat.

Siti Rahma sebenarnya dirundung duka pasca bencana maha-dahsyat itu. Delapan anggota keluarganya meninggal. Tapi Rahma bersyukur karena mendapat keajaiban, lolos dari maut.

Sebelum gempa, Warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi Kota Palu ini memang tengah menderita sakit ginjal. Saban hari dia hanya terbaring lemas di rumahnya di pesisir pantai Buluri.

Ketika terjadi gempa, suaminya, Jata (70) berusaha menggendongnya untuk berlari ke lokasi lebih aman. Jangankan lari ke tempat pengungsian, berdiri pun Rahma tak sanggup.

Saudara Jata, Evi (64) menceritakan saat warga berhamburan ke jalan raya atau mencari tempat lebih tinggi, Siti Rahma meminta diturunkan karena Jata yang sudah renta tak sanggup menggendong istrinya.


“Rahma sudah pasrah. Ia meminta agar diturunkan saja di depan rumahnya. Sepertinya ia juga tidak tega melihat suaminya. Kami para tetangga tidak bisa membantu karena harus menggendong anak dan cucu masing-masing,” jelas Evi kepada Pojoksatu.id.

Dalam posisi duduk di depan rumahnya, gelombang tsunami datang menghantam tubuh Rahma yang sudah renta.

Ajaibnya, tubuh tak berdaya Rahma justru terdorong oleh air tsunami ke tempat yang lebih tinggi, dekat jalan raya. “Jadi Bu Rahma itu malah diselamatkan tsunami. Terdorong ke dekat jalan raya tanpa menabrak reruntuhan bangunan atau pepohonan,” katanya.

Suaminya, Jata juga sangat bersyukur karena istrinya selamat dalam insiden itu. Namun ibunya, Rahanila tewas dihantam tsunami. Bukan cuma itu, dua anak dan menantunya juga meninggal.

Bahkan tiga cucu Jata juga jadi korban dalam bencana tersebut. Satu di antaranya, Naira (2 tahun) belum ditemukan hingga Jumat (12/10/2018).

Kini Jata bersama Siti Rahma dan tiga anaknya yang selamat mengungsi ke Lembasada, Kabupaten Donggala. “Jadi cuma saya dan suami bertahan di pengungsian Benteng, Buluri ini,” jelasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...