logo

24/10/18

Tepis Survei, Sandi Sebut Hoaks Ratna Berbuah Simpati Publik

Tepis Survei, Sandi Sebut Hoaks Ratna Berbuah Simpati Publik

NUSANEWS - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno tak sepakat dengan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA terkait dampak kasus berita bohong atau hoaks penganiayaan Ratna Sarumpaet terhadap elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga.

Sebab kata Sandi, merujuk pada hasil survei yang dilakukan pihaknya secara internal elektabilitas pasangan Prabowo-Sandi justru "mengejar".

"Tentunya ini tambahan data, kami apresiasi. Tapi survei internal kami dan tak pernah kami publikasikan, menunjukan kami mengejar," kata Sandi saat ditemui di media center Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Selasa malam (23/10).

Tak hanya itu, Sandi juga menyebut masyarakat justru semakin simpati kepada Prabowo dan dirinya pascakasus berita bohong Ratna Sarumpaet merebak. Sebab, masyarakat justru melihat dia sebagai korban dari kabar bohong itu.

Ditambah, sebelum kabar bohong itu terungkap sikap Prabowo yang melindungi Ratna pun menjadi nilai plus bagi pasangan calon nomor urut 02 itu.

"Berdasarkan data analisis yang kami miliki bahwa masyarakat simpati, bahwa Bapak Prabowo-Sandi punya rasa iba punya rasa kepedulian yang tinggi apalagi ini dilakukan kepada perempuan. Kami memberikan perlindungan kepada perempuan," kata Sandi.

LSI telah merilis hasil survei baru terkait elektabilitas dua pasangan calon presiden dan wakil presiden pascakasus berita bohong Ratna Sarumpaet.

Hasil survei menunjukkan bahwa kasus hoaks Ratna Sarumpaet berdampak negatif dan menyebabkan elektabilitas pasangan Prabowo-Sandiaga menurun.

Dari sisi elektabilitas pada September 2018, sebelum ada kasus hoaks Ratna Sarumpaet, Jokowi-Ma'ruf Amin 53,2 persen, Prabowo-Sandiaga Uno 29,2 persen dan 17,6 persen belum memutuskan.

Sementara pasca kasus hoaks Ratna Sarumpaet, elektabilitas Jokowi-Ma'ruf Amin naik jadi 57,7 persen pada Oktober 2018. Sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno justru turun menjadi 28,6.persen.

Adapun persentase yang belum memutuskan menyusut tinggal 13,7 persen. Survei LSI Denny JA dilakukan pada 10-19 Oktober 2018 dengan jumlah 1.200 responden diseluruh Indonesia.

Selain itu, hoaks Ratna Sarumpaet membuat dukungan terhadap Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dari kalangan dengan latar perguruan tinggi menurun, dari yang sebelumnya mencapai 46,8 persen menjadi 37,4 persen.

Survei ini menggunakan multistage random sampling dan pengambilan data dilakukan dengan wawancara tetap muka menggunakan kuesioner. Adapun margin of error plus minus 2,8 persen. Survei juga dilengkapi dengan FGD, analisis media dan wawancara mendalam.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...