logo

23/10/18

Sudirman Said Sebut Angka Pengangguran Capai 7 Juta, Begini Respons Menaker

Sudirman Said Sebut Angka Pengangguran Capai 7 Juta, Begini Respons Menaker

NUSANEWS - Menteri tenaga kerja (Menaker) Hanif Dhakiri menyebut, angka pengangguran di Indonesia saat ini mengalami penurunan.

Demikian disampaikan Menteri Hanif menanggapi pernyataan mantan Menteri ESDM Sudirman Said, yang menyebut angka pengangguran menyentuh angka 7 juta orang.

"Loh kita ini (angka pengangguran) turun drastis. Sekarang ini 5,13 persen itu angka pengangguran terendah dalam sejarah kita ini," ujar Hanif di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat (23/10/2018).

"Bukan tahun ini, tapi sejak kita masuk era Reformasi itu (angka pengangguran) paling rendah, 5,13 persen," Hanif menegaskan kembali.

Lebih jauh, ia meminta agar publik melihat data-data pengangguran sebelum-sebelumnya. Dan, menurutnya, di era Jokowi-JK ini ada pencapaian yang baik dalam upaya mengurangi angka pengangguran.

"Tapi bahwa saat ini trennya sudah bagus. Kemiskinan menurun, ketimpangan sosial menurun, pengangguran menurun, pertumbuhan ekonomi terus merangkak naik," ujar dia.

"Jadi inflasinya sangat terkendali. ini inflasi kan terkait bagaimana daya beli masyarakat, jadi so far so good lah menurut saya," imbuh dia.

Sebelumnya, Direktur Materi dan Debat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga, Sudirman Said, mengatakan kemiskinan di Indonesia masih menjadi masalah.

Menurutnya, jika kondisi perekonomian di Indonesia terus seperti ini, akan terkena krisis ekonomi.

"Kemiskinan memang masih menjadi masalah di Indonesia, jumlah orang miskin mendekati angka 97 juta. Angka ini menjadi suatu hal yang rentan bila kita terkena krisis ekonomi," ucap Sudirman Said di Gedung Prakarti Center, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/10/2018) lalu.

Selain itu, mantan Menteri ESDM itu mengklaim, di Indonesia terdapat 7 juta orang menganggur dan hampir 42 juta orang setengah menganggur. Ia juga mengatakan 57 persen dari orang yang setengah mengganggur bekerja minimal dua jam dalam seminggu.

"Pengangguran terbuka di Indonesia sebanyak 7 juta, ini keadaan yang harus kita selesaikan. Lalu, 42 juta itu bisa masuk kategori setengah menganggur dan 57 persen orang di Indonesia itu 2 jam seminggu. Mereka bekerja seperti pengemudi ojek online, pemilik warung, pemilik online shop dan freelancer yang semakin banyak di Indonesia," tambah Sudirman.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...