logo

14/10/18

Suarakan Bahaya Khilafah, Pengamat Politik Boni Hargens Diteriaki 'Cebong'

Suarakan Bahaya Khilafah, Pengamat Politik Boni Hargens Diteriaki 'Cebong'

NUSANEWS - Pengamat politik, Boni Hargens menghadiri diskusi 'Membedah Agenda Politik Komunisme dan Khilafah di Pilpres 2019'. Di acara tersebut, ia didapuk sebagai salah satu narasumber.

Selama diskusi berlangsung, Boni mengatakan bahwa tudingan kebangkitan Partai Komunisme Indonesia (PKI) di Indonesia yang selama ini mulai menguat di tengah masyarakat, khususnya menjelang Pemilu tahun depan, merupakan sebuah ilusi belaka.

Menurutnya, bahaya khilafah terlihat lebih nyata di Indonesia ketimbang PKI yang sudah dilarang oleh negara melalui TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966.

"PKI itu ilusi, tapi kalau khilafah itu fakta," ujar Boni di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2018).

Sesaat setelah mengeluarkan pernyataan itu, Boni langsung diteriaki oleh salah satu peserta diskusi dengan sebutan 'cebong' yang merupakan julukan bagi para pendukung Presiden Joko Widodo.
"Dasar cebong!" teriak salah satu peserta.

Diskusi sempat menjadi riun, tetapi Boni terlihat tidak menggubris teriakan itu. Ia justru kembali menjelaskan tentang bahaya khilafah daripada PKI. Boni juga memberi contoh bahwa para pelaku teror di Indonesia kebanyakan dilakukan oleh kelompok yang menginginkan Indonesia menjadi negara khilafah.

"Mako Brimob berapa orang korban? Kemudian bom di Surabaya juga," kata Boni.

Setelah Boni kembali melontarkan pernyataan kontroversial tersebut, peserta pun kembali meneriaki Boni.

"Hati-hati bahaya laten PKI," teriak peserta lainnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...