logo

23/10/18

Sidang Videotron Jokowi-Ma'ruf, Terlapor Tak Bawa Surat Kuasa

Sidang Videotron Jokowi-Ma'ruf, Terlapor Tak Bawa Surat Kuasa

NUSANEWS - Perwakilan Jokowi-Ma'ruf Amin, terlapor dalam aduan iklan videotron, tidak bisa memberikan jawaban atas pelaporan. Penyebabnya, perwakilan terlapor tidak membawa surat kuasa.

Perwakilan terlapor Direktur Hukum dan Advokasi TKN Jokowi-Ma'ruf, Ade Irfan Pulungan mengatakan pihaknya sedang berusaha meminta surat kuasa dari pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf. Tapi Ade Irfan menyebut butuh waktu meminta surat kuasa karena melalui protokoler ketatanegaraan terkait dengan posisi Jokowi sebagai presiden.

"Kami sudah mengupayakan, ini tapi ada draf surat kuasa. Memang kita membutuhkan proses birokrasi kenegaraan itu mohon dipahami oleh majelis, tidak semudah langsung mendapatkan tanda tangan dari presiden. Kita minta majelis memahami ketatanegaraan dan protokoler yang ada supaya persoalan surat kuasa ini tidak berbelit-belit kami sampaikan," ujar Ade dalam persidangan di Bawaslu DKI, Sunter, Jakarta Utara, Selasa (23/10/2018).

Menanggapi penjelasan itu, ketua majelis sidang Puadi, tetap tidak mengizinkan terlapor memberikan jawaban sepanjang tidak membawa surat kuasa. Majelis langsung melanjutkan sidang ke pembuktian saksi pelapor.

"Terima kasih kepada tim kampanye, kami cukup apresiasi kehadirannya pada kali ini. Untuk itu karena kita punya waktu sampai tanggal 26 Oktober 2018 untuk amar putusan, kita kasih kesempatan terlapor untuk membawa surat kuasa sampai tanggal 25 Oktober," ujarnya.

Sidang dilanjutkan dengan penyampaian bukti dari saksi pelapor. Pelapor Sahroni membawa tiga orang saksi, untuk menyampaikan bukti-bukti dari laporanya, di antaranya Soraya, Hanfri Fajri, dan Joy Hasyim.

Saat ditanya majelis terkait hubungan saksi dengan pelapor, 2 orang di antaranya mengaku memiliki hubungan teman dengan pelapor Sahroni. Namun, satu orang di antaranya Joy Hasyim mengakui dirinya saat ini sebagai simpatisan Prabowo-Sandi.

"Iya simpatisanlah," jawab Joy Hasyim.

Dari keseluruhan sidang ini ketiga saksi pelapor membenarkan laporan dari Sahroni. Salah satu saksi Joy Hasyim memberikan penggambaran atas video yang dilihatnya.

"Saya melihat dengan jelas. Di situ saya melihat itu contohnya umpamanya di Menteng. Di Menteng itu kan persis posisinya pas lampu merah. Kalau kita mau belokan arah ke Cut Meutia itu kan kita bisa berhenti di situ. Di situ juga saya melihat. Mereka berpeci lalu di situ ada tulisan Bersih Kerja Nyata itu yang saya lihat begitupun yang di Tugu tani. Termasuk di depan Bawaslu," ujarnya.

Begitu juga dengan saksi Hanfri Fajri menjelaskan hal yang sama dalam persidangan. Kemudian Soraya menambahkan ketika dirinya melihat iklan tersebut di salah satu titik, ia langsung melakukan investigasi untuk mencari lokasi videotron lain.

"Seperti tadi dijelaskan rekan-rekan saya. Awal mula berproses itu terjadi kami melewati jalan yang memang ada iklan yang seharusnya tidak dilakukan oleh paslon 01. Kita melakukan investigasi lebih dalam pada titik yang lain," kata Soraya.

Sidang ini terkait laporan Sahroni yang menemukan dugaan pelanggaran oleh pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf. Sahroni menemukan videp kampanye Jokowi-Ma'ruf setelah iklan sukseskan Asian Para Games. Sahroni menemukan 15 titik yang juga merupakan alat peraga terlarang oleh KPU.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...