logo

23/10/18

Sebelum Bunuh Diri, Pelajar di Blitar Pamit Lewat Status WA

Sebelum Bunuh Diri, Pelajar di Blitar Pamit Lewat Status WA

NUSANEWS - SR, pelajar SMAN di Blitar yang gagal bunuh diri terjun ke Sungai Brantas di Kademangan, rupanya menulis status akan meninggalkan keluarganya. Pesan itu tersirat dalam status whatsapp yang ditulis saat berada di pinggir jembatan tepi jalan raya Blitar-Tulungagung itu.

Di status itu tertulis: "Terimakasih telah menemaniku selama 18 tahun. Sampai jumpa di SANA".

Status di whatsapp itu ditulis SR pukul 09.27 wib. Sedangkan petugas polantas melaporkan posisi SR duduk di tepi Jembatan Kademangan, sekitar pukul 09.30 wib.

SR kemudian didekati petugas Polsek Kademangan. Namun dia hanya diam terpaku. Tidak menjawab pertanyaan polisi. Petugas pun berinisiatif mengangkat tubuhnya dan membawanya ke Mapolsek Kademangan.

Kapolsek Kademangan AKP Sapto Rahmadi membenarkan, jika SR sempat menulis status itu pagi tadi.

"Iya itu memang status yang dia tulis tadi. Kami periksa kartu identitas dan HPnya. Kalau anaknya ditanya tetap diam saja," kata kapolsek kepada detikcom di mapolsek, Selasa (23/10/2018).

Menurut kapolsek, status itu mungkin ditujukan kepada keluarganya. Namun kapolsek belum bisa memastikan apa pesan itu untuk paman yang telah mengasuhnya atau orang tua kandungnya.

"Yang jelas untuk keluarganya ya. Dia selama ini diasuh pamannya di Rembang. Bapak ibunya sendiri tinggal di Garum. Kalau dilihat tulisannya, telah menemaniku 18 tahun ya mungkin pamannya. Anak itu kan sekarang usianya memang 18 tahun," imbuhnya.

SR merupakan anak pertama dari pasangan Suko dan Aris. SR diketahui diasuh pamannya sejak kecil karena kondisi ibunya sakit parah pascakecelakaan sepeda motor. Namun sekarang kondisi kesehatan sang ibu sudah normal. Bahkan kemudian SR punya dua adik lagi. Laki-laki dan perempuan. Mereka semua diasuh oleh orang tua kandung SR di Garum Kabupaten Blitar.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...