logo

28/10/18

RS Indonesia di Gaza Rusak Dampak Serangan Militer Israel

RS Indonesia di Gaza Rusak Dampak Serangan Militer Israel

NUSNAEWS - Gempuran serangan yang dilakukan militer Israel di Jalur Gaza berakibat beberapa bagian Rumah Sakit Indonesia (RSI) di Jalur Gaza, Palestina, mengalami kerusakan. Hal tersebut dilaporkan sukarelawan organisasi kegawatdaruratan kesehatan "Medical Emergency Rescue Committee" (MER-C) Indonesia.

"Sejak Jumat (26/10) malam hingga detik ini, militer zionis Israel masih menggempur sejumlah wilayah di Jalur Gaza," kata Reza Aldilla Kurniawan, sukarelawan MER-C yang berada di Jalur Gaza, Sabtu (27/10/2018).

Manajer Operasional MER-C Rima Manzanaris, menjelaskan pesawat tempur F-16 Israel mengirim tidak kurang dari lima roket yang jatuh tidak jauh dari lokasi RS Indonesia. yang berada di Bayt Lahiya, Gaza Utara, Palestina.

Ia mengemukakan, dentuman keras roket tersebut menyebabkan guncangan keras di area sekitar, bahkan mengakibatkan kerusakan di beberapa bagian RS Indonesia. Ruangan yang mengalami kerusakan di antaranya kantor administrasi, toilet, koridor, ruang gawat darurat (ICU), dan beberapa lainnya.

Reza Aldilla Kurniawan -yang saat serangan terjadi berada di dalam bangunan Wisma Rakyat Indonesia- yang terletak di belakang RS Indonesia, mengatakan guncangan terasa besar sekali.

"Guncangan besar sekali, debu-debu jatuh dari atap. Saya langsung keluar dari wisma dan melihat kondisi Rumah Sakit Indonesia mengalami kerusakan di beberapa bagian," katanya.



Sebagai dampak dari pengeboman yang terjadi di dekat RS Indonesia, pasien-pasien dipindahkan dan ditempatkan di lorong-lorong yang aman untuk menjaga keselamatan mereka.

Ia menambahkan hingga berita ini dilaporkan suara deru pesawat tempur masih terdengar jelas mengitari langit Gaza.

Pembangun RS Indonesia di Gaza berawal dari misi tim bantuan kemanusiaan Indonesia yang membawa bantuan obat-obatan dari pemerintah dan rakyat Indonesia untuk warga Gaza, Palestina, akhir 2008 hingga awal 2009.

Ketika itu misi dipimpin dr Rustam S Pakaya, MPH yang saat itu menjabat Kepala Pengendalian Krisis (PPK) Departemen (Kementerian) Kesehatan dan Direktur Urusan Timur Tengah Departemen Luar Negeri Aidil Chandra Salim.

Dalam perkembangannya, kemudian MER-C menggalang dana dari masyarakat Indonesia hingga akhirnya terwujud RS Indonesia di Gaza, yang lokasinya berada di di Bayt Lahiya, Gaza Utara. Sebenarnya, peluncuran secara resmi RS Indonesia di Gaza akan dihadiri relawan dan jurnalis yang pernah ikut menjadi saksi mata saat misi delapan tahun silam.

Namun, karena izin masuk ke Gaza saat ini masih mengalami kendala, kemudian penyerahan itu telah dilangsungkan di Indonesia, pada 9 Januari 2016. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menghadiri penyerahan secara simbolis Rumah Sakit Indonesia dari Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) untuk rakyat Palestina.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...