logo

31/10/18

Reza Hardiansyah Ternyata Korban Postingan PKI Injak Alquran

Reza Hardiansyah Ternyata Korban Postingan PKI Injak Alquran

NUSANEWS - Polisi bergerak cepat menindaklanjuti postingan akun Facebook Reza Hardiansyah. Akun ini mengaku sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI). Ia memposting foto injak Alquran dan mencatut nomo telepon managemen presenter kondang, Deddy Corbuzier.

Reza Hardiansyah sebagai pemilik akun facebook (FB) ini ternyata merupakan korban. Akunnnya dibajak seseorang yang saat ini tengah diburu polisi.

Dalam postingan tersebut, pembajak melecehkan umat Islam, unggah foto Alquran diinjak-injak, mengaku sebagai PKI dan menantang aparat untuk menangkap dirinya.

Tak hanya itu, pelaku juga mengancam akan memenggal kepala polisi jika berani menangkap dirinya.

Postingan berbau SARA itu mendapat respon ribuan netizen termasuk yang berasal dari Kota Beriman. Bahkan, Deddy Corbuzier pun turun tangan memburu pelaku.

Polres Balikpapan yang mengetahui persoalan tersebut bertindak sigap dengan berkoordinasi dengan jajaran Polda Kalimantan Selatan.


Hasilnya, Reza Herdiansyah sang pemilik akun FB yang tinggal di Pelaihari, Kalimantan Selatan dibekuk polisi pada Jumat (26/10). Dari situlah diketahui Reza merupakan korban, karena akun FB-nya dibajak orang.

“Kami koordinasi dengan penyidik di sana (Kalsel) lalu kemudian pemilik akun diamankan,” kata Kapolres Balikpapan, AKBP Wiwin Firta saat dihubungi .

Pemilik akun bernama Reza mengaku tidak mengetahui sama sekali mengapa di postingannya bisa tertulis seperti itu.

Reza mengaku akun facebook miliknya dibajak oleh oknum yang tidak diketahui dan berbuat tindakan ujaran kebencian yang merugikan dirinya.

“Setelah diamankan dan diinterogasi yang bersangkutan menyatakan akunnya dibajak,” tutur Wiwin.


Saat ini pihaknya bersama Polda Kalimantan Selatan terus berkoordinasi untuk melakukan pencarian terhadap pelaku yang membajak akun Reza tersebut. Dengan melibatkan tim cyber dari Polda Kalsel dibantu oleh Polda Kaltim, pihaknya akan segera melacak keberadaan pelaku.

“Saat ini masih dalam penyelidikan oleh cyber Polda Kalsel kerjasama dengan kita Polres Balikpapan juga Polda Kaltim. Belum tahu siapa pelakunya, ini masih dalam proses penyelidikan,” ujar dia.

Wiwin mengatakan kasus seperti ini memang kerap kali akun Facebook seseorang diretas oleh penjahat informatika dan mengunggah ujaran kebencian yang dapat membuat situasi tidak kondusif.

Seperti halnya yang terjadi di Balikpapan pada Agustus lalu, dimana salah satu akun Facebook melakukan ujaran kebencian terhadap suku Dayak Kalimantan, akun yang dibajak pelaku merupakan anggota Basmara. Namun setelah diselidiki, rupanya akun tersebut diretas dan pelakunya ditangkap di Sulawesi Selatan.

“Ini sama juga kayak kejadian akun Basmara yang dibajak itu. Jadi ini supaya tidak resah,” pungkas Wiwin.




SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...