logo

13/10/18

Pro Kontra RI Pulangkan Relawan Asing dari Palu

Pro Kontra RI Pulangkan Relawan Asing dari Palu

NUSANEWS - Di tengah penanggulangan bencana Palu, mengemuka kabar pengusiran sukarelawan asing. Media-media Luar menyayangkan pemberitahuan resmi BNPB agar relawan asing meninggalkan zona bencana. Di tengah pro dan kontra penting tidaknya peran asing, pemerintah menyatakan hanya menerima relawan  yang memiliki izin.

Dua pekan setelah gempa bumi menghantam dan tsunami menghempas Sulawesi Tengah, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan pemerintah dan otoritas setempat. Palu, Donggala dan Sigi yang luluh lantak tersebut jelas tak bisa disulap menjadi bagus dalam sekejap. Menjelang dihentikannya pencarian intensif terhadap para korban yang masih hilang, pemerintah menyatakan kini akan mulai fokus pada pembangunan kembali wilayah pascabencana.

Diketahui setidaknya 2.037 jiwa tewas akibat bencana alam yang memukul bumi Sulawesi Tengah. Diduga masih ada korban hilang walau tak bisa dipastikan jumlahnya.

Bantuan demi bantuan juga diterima pemerintah Indonesia untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan korban dan pemulihan zona terdampak. Sedikitnya sudah ada 20 negara yang andil mengulurkan tangan memberikan berbagai bentuk bantuan.

Mereka mengirimkan sarana transportasi angkut, peralatan pengolahan, bahan makanan dan minuman serta obat-obatan yang dibutuhkan para korban. Diketahui pula ada sejumlah relawan asing yang dibiarkan masuk ke Palu dan sekitarnya untuk membantu para korban.


Namun baru-baru ini disebutkan bahwa para relawan asing yang berada di zona bencana harus segera keluar dan kembali ke negara mereka. Hal itu dituangkan dalam surat edaran atau notice dalam bahasa Inggris yang dikirimkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB kepada pihak terkait.

Dikutip dari laman Time, khususnya warga asing yang bekerja untuk NGO asing agar tak melakukan aktivitas di wilayah bencana. Salah satu kantor berita di Prancis juga memberitakan soal sejumlah relawan asal negaranya yang justru diminta pulang setibanya mereka di Palu.

Lalu dicukil dari laman BBC, lima relawan asing asal NGO Prancis yang bergerak di bidang tanggap bencana memang dipulangkan tiga hari silam. Mereka datang bermaksud melakukan pemetaan mengenai pola tanggap darurat dan peta kebutuhan tenda. Pendamping mereka menyebutkan bahwa tindak lanjut dari kedatangan ini adalah mengirimkan tenda ke Palu.

Mereka tiba di Palu pada Kamis, 4 Oktober 2018. Namun berselang beberapa hari, mereka harus dipulangkan dengan alasan mereka tak teregistrasi.  Pendamping yang bernama Syahadat mengatakan bahwa memang dalam kondisi bencana seperti ini, tak mudah mengurus dokumen. Padahal relawan itu disebut sudah punya pengalaman membantu korban bencana di Aceh beberapa tahun silam.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...