logo

13/10/18

Prabowo: 99,99 Persen Pemikiran PIM Cocok dengan Saya

Prabowo: 99,99 Persen Pemikiran PIM Cocok dengan Saya

NUSANEWS - Calon presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto menghadiri acara silaturahmi kebangsaan Pergerakan Indonesia Maju (PIM) di Hotel Grand Sahid, Jakarta. Acara tersebut dihadiri sekitar 500 tokoh nasional dari seluruh Indonesia.

Dalam pidatonya, mantan Danjen Kopassus itu mengaku mengenal betul sosok Ketua umum PIM, Din Syamsuddin. Bahkan, pertemanan dengan mantan Ketua umum PP Muhammadiyah itu sudah sejak lama terjalin.

"Pak Din dengan saya itu telah berteman dari tahun 90 kali ya, berarti sekitar 28 tahun lah. Lumayan juga usia kita ya," Kata Prabowo dalam sambutannya pada acara silaturahmi kebangsaan PIM di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat, (12/10/2018).

Mengenai aspirasi dari PIM, Prabowo mengaku semua aspirasi tersebut sesuai dengan visi yang akan dilakukannya ketika dirinya terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia.

"Bisa dikatakan sepintas, 99,99 persen cocok dengan saya begitu (aspirasi PIM)," ujarnya.

Kendati demikian, Prabowo menyatakan, kedatangannya dalam acara yang digagas PIM bukan untuk meminta dukungan kepada 500 tokoh nasional yang hadir dalam acara tersebut.

Menurutnya, pilihan politik itu diserahkan kembali kepada masing-masing orang.

"Saya tidak akan meminta saudara memilih saya nanti, itu hak anda semua. Silahkan dipilih-pilih, apapun keputusan rakyat harus kita patuhi," ucapnya.

Sebelumnya, Ketua umum PIM Din Syamsuddin menyampaikan beberapa hal saat pidato membuka acara silaturahmi kebangsaan PIM di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Jumat, (12/10/2018).

Ia menyinggung sejumlah faktor strategis soal pemerintahan yang bersih dan baik.

"Dalam hal ini reformasi birokrasi masih perlu menjadi agenda prioritas," kata Din, dalam sambutannya.

Faktor selanjutnya untuk mewujudkan kemajuan bangsa, kata dia, terkait kepemimpinan yang transformatif.

Kepemimpinan transformatif itu yakni kepemimpinan yang visioner, kuat, dan berorientasi pada perubahan.

Dia melanjutkan, pemimpin transformatif merupakan insan yang memiliki komitmen kuat untuk menegakkan kedaulatan negara dan menjaga marwah bangsa.

"Jika komitmen dan integritas ini rendah, maka perjuangan untuk kemajuan bangsa akan terkendala," ujarnya.

Faktor selanjutnya, yakni mewujudkan masyarakat berbasis ilmu dan teknologi. Din meminta penguasaan ilmu dan teknologi harus menjadi prioritas program pembangunan.

Hal itu perlu untuk mendotong budaya gemar membaca dan menulis sedini mungkin, dan menggalakkan pengkajian dan penelitian.

Terakhir terkait keseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan infrastruktur non fisik. Menurutnya, infrastruktur fisik hanyalah sarana bagi tercapainya cita-cita pembangunan kemanusiaan itu sendiri.

"Oleh karena itu, ketakseimbangan antara pembangunan infrastruktur fisik dan infrastruktur non fisik akan membawa ketimpangan dan keruntuhan," kata dia.

Kemudian, Din menyinggung faktor kebersamaan demi terwujudnya Indonesia yang maju.

Sebab, suasana kebersamaan ini membuat iklim investasi ke Indonesia menguat.

"Iklim kebersamaan seperti ini akan terwujud jika kue nasional dapat dinikmati secara bersama-sama, dalam kesadaran akan adanya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...