logo

26/10/18

Pengamat Nilai Pernyataan Dahnil Anzar Blunder

Pengamat Nilai Pernyataan Dahnil Anzar Blunder

NUSANEWS - Pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menilai, strategi kampanye kubu pasangan calon presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Salahudin Uno, terkesan asal-asalan.

Misalnya, pernyataan Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak yang menyamakan Sandi dengan proklamator Bung Hatta.

Pernyataan itu langsung mendapat respons yang kurang baik. Apalagi cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta bereaksi keras, menyatakan ketidaksukaannya sang kakek disetarakan dengan Sandiaga Uno.

“Saya memprediksi dua hal dari pernyataan Dahnil Anzar. Pertama, memang karena kedangkalan berpikir, terutama kelemahan dalam aspek komparasi tokoh dan sejarah bangsa,” ujar Ari kepada JPNN, Kamis (25/10).

Akibat kelemahan dalam mengkomparasi tokoh, kata pengajar di Universitas Indonesia ini, membuat Dahnil blunder dalam mengeluarkan pernyataan.

Kemungkinan lain, kelompok koalisi Prabowo-Sandi sedang memainkan strategi playing victim. Bukan tak mungkin, menyamakan Sandi dengan Bung Hatta memang sengaja didisain memancing reaksi masyarakat. Dan terbukti, Sandi lagi-lagi menjadi korban dari cibiran publik.

Peraih penghargaan World Custom Organization 2014 di bidang Tata Laksana Komunikasi ini memprediksi, kubu Prabowo-Sandi bakal memainkan strategi “kedunguan” untuk meraih simpati publik.

Ari mendasari pandangannya melihat gaya kampanye Sandi selama ini. Misalnya, pernyataan uang Rp 100 ribu hanya dapat dipakai untuk berbelanja bawang dan cabai. Kemudian, tempe setipis kartu ATM, pernyataan blunder soal nelayan dan tingkah norak memakai petai di kepala.

“Sepertinya kubu Prabowo-Sandi sadar, untuk melawan jejak rekam prestasi empat tahun pemerintahan Jokowi harus dengan memutar balik mindset calon pemilih ke hal-hal yang irasional, nyeleneh serta mengundang kontroversi,” pungkas Ari.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...