logo

31/10/18

Pendiri Lion Air: 5 Juta untuk Keluarga Korban

Pendiri Lion Air: 5 Juta untuk Keluarga Korban

NUSANEWS - Jatuhnya Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, menjadi tragedi kelam bagi Tanah Air.

Tragedi tersebut pun jelas meninggalkan luka mendalam, utamanya bagi keluarga korban.

Pediri Lion Group Rusdi Kirana langsung menemui keluarga korban di Crisis Center Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018).

Rusdi memastikan, pihaknya akan memberikan pelayanan terbaik kepada ratusan keluarga para penumpang yang sampai saat ini belum jelas nasibnya.

Di ruangan Crisis Center tersebut, Rusdi pun langsung menggelar pertemuan tertutup singkat sekitar 15 menit.

Kepada awak media, Rusdi yang saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Malaysia itu menyampaikan turut berduka cita atas tragedi tersebut.

Pria yang pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu pun berjanji akan memberikan uang saku kepada masing-masing keluarga korban

“Mulai besok, saya akan memberikan uang Rp 5 juta untuk keluarga korban sebagai pengganti biaya hidup mereka di sini,” katanya.

Selain itu, dirinya juga berjanji akan memberikan santunan kepada keluarga jika jenazah korban sudah ditemukan dan berhasil diidentifikasi.

Masing-masing korban, lanjutnya, akan mendapatkan santunan sebesar Rp25 juta.

“Rp25 juta untuk penguburan. Ini di luar asuransi para korban. Pemberian ini semata-mata untuk mengganti biaya keperluan korban,” jelasnya.

Selain pemberian fasilitas uang saku, Rusdi juga telah menugaskan 120 orang staf Lion Air untuk melayani kebutuhan makan-minum dan keperluan lain selama berada di Ibis Hotel.

“Satu orang staf mendampingi satu keluarga korban. Sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik selama ada di sini (Hotel Ibis),” kata Rusdi.

Terpisah, manajemen perusahaan menegaskan tak akan lari dari tanggungjawab dan berjanji akan memenuhi seluruh hak penumpang maupun keluarga korban.

Demikian disampaikan Direktur Operasional Lion Air, Daniel Putut Kuncoro Hadi di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (30/10/2018) malam.

“Kami siap bertanggung jawab,” katanya.

Daniel menyatakan, pihaknya sudah mendata sebanyak 209 keluarga korban. Baik dari penumpang maupun kru pesawat.

Untuk itu, pihaknya berjanji akan terus memeberikan informasi update kepada keluarga korban untuk menghindari kesimpang siuran informasi.

Ia menambahkan, pihaknya juga sudah mendatangkan keluarga korban dari berbagai daerah ke Jakarta.

Sekaligus menyiapkan fasilitas akomodasi (penginapan) serta pusat informasi di Hotel Ibis di daerah Cawang, Jakarta Timur.

Hal itu dilakukan agar memudahkan mobilitas ke posko Bandar Udara Internasional Halim Perdana Kusuma.

Untuk itu, Daniel mengimbau keluarga korban yang belum teridentifikasi agar tidak berlama-lama berada di RS Polri Kramat Jati.

“Karena kita prosesnya menunggu. Jadi kami silakan tunggu di hotel. Menunggu di sini lama mempengaruhi kondisi psikologisnya,” tuturnya.

Untuk menjaga psikis para korban penumpang, pihaknya juga telah menyiapkan tim konseling psikologi dari RS Polri Kramat Jati dan Universitas Indonesia (UI).

“Kami menyiapkan family assistant sebanyak 180 orang. Setiap keluarga kami tempel satu staf kami untuk memberikan informasi,” pungkas Putut.

Untuk diketahui, dari data yang diterima sampai dengan Selasa (30/10/2018) malam, jumlah kantong jenazah yang dikirim ke RS Polri terus bertambah.

Sampai dengan pukul 22.30 WIB tadi, total sudah ada 47 kantong jenazah.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...