logo

27/10/18

PAN ingin kampanye yang bermartabat, tak mencaci maki dan saling serang

PAN ingin kampanye yang bermartabat, tak mencaci maki dan saling serang

NUSANEWS - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mengungkapkan, partainya ingin Tahun Politik yang damai, sejuk, dan bermartabat. Hal ini ia sampaikan usai mengisi acara Diskusi Publik bertajuk 'Peran Generasi Milenial Menangkal Hoaks' di Warung Upnormal, Bogor, Jumat (26/10).

"PAN ingin kampanye politik dilakukan dengan sejuk, bertarung dengan ide, gagasan yang mencerahkan dan mencerdaskan," ungkap Eddy.

Meskipun ia tak menampik tujuan kampanye politik adalah ingin meraup suara sebanyak-banyaknya dari masyarakat, namun ia enggan jika PAN harus menghalalkan segala cara.

"Kita berdemokrasi tapi juga harus mendidik. Tunjukkan pada rakyat bahwa demokrasi itu bermanfaat bagi mereka juga, jangan sampai kita kembali kepada cara-cara masa lalu sebelum reformasi," jelasnya.

Dia juga mengatakan, bukan saatnya lagi menggunakan cara-cara lama, apalagi politik uang. Baginya, menyuap rakyat sama saja dengan mencederai demokrasi.

"Saya kira cara-cara menyuap tidak boleh ada lagi, kita tanamkan demokrasi yang santun, sejuk, dan teduh. Janganlah ada caci maki, saling serang antar sesama anak Negeri hanya gara-gara pesta rakyat lima tahunan," tegas dia.

Sementara itu, Eddy berpesan kepada generasi milenial sebagai pemilik gaya nalar yang sangat tajam tidak seharusnya menelan isu-isu yang berkembang dengan serta merta tanpa mengkaji ulang.

"Mereka memiliki gaya nalar yang sangat tajam ya, sebaiknya tidak serta merta percaya berita yang timbul karena berita itu terlihat menarik. Selain itu, jika mereka tahu berita itu hoaks, mereka juga harus berani memberitahukan kepada teman-temannya," jelasnya.

Dia juga mengatakan, isu hoaks di tengah masyarakat saat ini terindikasi sengaja dibuat oleh orang-orang yang menganggap hoaks sebagai industri.

"Pesan hoaks di tengah kita, ada yang sengaja diciptakan bahkan dijadikan industri, untuk itu kita harus menjadi agen pemberangus hoaks dengan cara melek literasi dan tidak mudah percaya dengan isu-isu yang di era teknologi saat ini semakin mudah disebarkan," ungkapnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...