logo

26/10/18

Nusron Wahid Diusir Karena Warga Luar Batang Dendam

Nusron Wahid Diusir Karena Warga Luar Batang Dendam

NUSANEWS - Politikus Partai Golkar Nusron Wahid ditolak warga saat hendak berziarah ke Makam Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (25/10/2018) malam.

Alasan penolakan belakangan diketahui lantaran warga kesal dan dendam pada sosok pendukung utama mantan petahana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Pilkada DKI 2017 itu.

Kapolsek Metro Penjaringan AKBP Rachmat Sumekar menyebut, demo dan penolakan kepada Nusron karena warga sekitar dendam.

"Jadi warga sana tuh masih dendam, dulu kata warga, Nusron pernah ngomong bahwa Luar Batang ini tempatnya kumuh. Warga ada yang tahu Nusron datang kemudian diusir, terus ya sudah diredam, ditenangkan sama majelis Masjid Luar Batang," kata Rachmat saat dihubungi, Jumat (26/10/2018).

Rachmat mengatakan, Nusron awalnya sudah tiba dan ziarah. Dia menyebut ini adalah kali pertama Nusron kembali ke Luar Batang setelah mengeluarkan pernyataan yang membuat warga kesal.

"Iya, baru datang lagi, makanya warga kesal, diusir nggak boleh sholat di situ. Ini ributnya antara Nusron Wahid sama warga Luar Batang, Majelis Luar Batangnya malah ngelerai, nggak ikut-ikutan," ungkapnya.

Sementara itu, Nusron juga punya cerita versi sendiri. Dia mengaku didemo dan ada teriakan "2019 ganti presiden" ditujukan kepadanya.

"Saya datang ke makam Luar Batang sekitar 22.30 WIB. Tiba-tiba ada yang teriak-teriak 2019 ganti Presiden," kata Nusron, kepada wartawan, Jumat (26/10/2018).

Usai menunaikan salat dan berziarah, sekitar pukul 23.45 WIB, kata Nusron, sejumlah orang telah berkumpul di depan masjid. Orang-orang tersebut disebutnya membentangkan bendera yang kerap digunakan organisasi yang telah dibubarkan pemerintah, HTI.

"Tiba-tiba di depan masjid ada kerumunan orang sambil membentangkan bendera hitam bertulisan Laa ilaaa ha ilallaah... yang kerap dipakai HTI," ungkapnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...