logo

24/10/18

MUI dan Kemendagri Sebut Bendera HTI Ada Tulisannya, Guntur Romli Posting Meme Logika Para Kampret

MUI dan Kemendagri Sebut Bendera HTI Ada Tulisannya, Guntur Romli Posting Meme Logika Para Kampret

NUSANEWS - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan bendera dengan lafaz Tauhid yang dibakar oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama di Garut, Jawa Barat, bukan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

MUI menganggap bendera tersebut adalah bendera tauhid, bukan bendera HTI. Sebab dalam video yang beredar, tidak terlihat ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia dari bendera yang dibakar itu.

“Karena tidak ada tulisan Hizbut Tahrir Indonesia, maka kita menganggap itu kalimat tauhid. Jadi memang dalam sejarah ada versi kalimatnya yang latarnya putih dan ada yang hitam. Dua-duanya itu adalah bendera Rayah dan Liwa di zaman Rasulullah SAW,” ucap Wakil Ketua MUI, Yunahar Ilyas di Kantor MUI, Selasa (23/10/2018).

Keterangan Yunus sejalan dengan pernyataan Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soedarmo, sesaat setelah pembubaran ormas HTI pada tahun 2017 lalu.

Soedarmo menjelaskan bahwa tidak ada pelarangan mengibarkan bendera tauhid yang identik dengan logo dan lambang Hizbut Tahrir Indonesia.

“Yang kami larang itu adalah bendera dengan simbol HTI, bukan bendera tauhid. Keduanya berbeda, kalau HTI ini mencantumkan tulisan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di bawah kalimat Laillahaillallah,” kata Soedarmo, seperti diberitakan
kemendagri.go.id pada Sabtu (22/2/2017).

Soedarmo menjelaskan, sejak pemerintah mencabut surat seterangan (SK) organisasi, maka HTI tak boleh melakukan aktifitas. Termasuk menutup tempat-tempat yang dijadikan sebagai kantor.

Oknum Banser bakar bendera tauhid

Terpisah, Juru Bicara Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli mengunggah meme bendera ISIS, HTI, Arab Saudi dan Merah Putih.

Dalam meme tersebut terdapat tulisan “logika para kampret HTI FPI & para cecunguknya.”

“Hahaha pagi-pagi uda bikin ketawa ini meme. Masa mau dibohongi Hizbut Tahrir (HTI) lagi, mereka gak mau ngaku itu bendera hitam dan putih karena tidak ada tulisan Hizbut Tahrir (HTI) nya. Padahal semua bendera ya gak ada tulisan ke afiliasi politik ya,” tulis Guntur Romli di keterangan meme.

“Saya tambahin, bendera Saudi juga tidak ada tulisan Saudinya,” tandas Guntur Romli, Rabu 24 Oktober 2018.



Sebelumnya, mantan juru bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Ismail Yusanto menyatakan bendera yang dibakar di Garut Jawa Barat bukanlah bendera HTI.

“Perlu saya tegaskan di sini bahwa yang dibakar itu bukanlah bendera Hizbut Tahrir Indonesia. Hizbut Tahrir Indonesia tidak punya bendera,” kata Ismail dalam video yang dia unggah lewat akun Twitter-nya, @ismail_yusanto, Selasa (23/10/2018).

Ismail menyatakan bendera yang dibakar kemarin adalah bendera yang dikenalnya dengan nama Ar Roya.

“Yang dibakar dalam video yang beredar luas kemarin adalah Ar Roya (Panji Rasulullah), bendera berwarna hitam yang bertuliskan kalimat tauhid,” kata Ismail.

Sementara itu, GP Ansor menegaskan bendera yang dibakar oleh anggotanya di Garut adalah benera HTI, bukan bendera tauhid, melainkan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), yang menggunakan kalimat tauhid.

Yaqut Cholil

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil mengatakan, seharusnya bendera tersebut tidak langsung dibakar, melainkan diserahkan ke polisi. Namun itu tidak dilakukan personel Banser.

“Itu yang kemudian kami anggap sebagai kesalahanlah dari teman-teman ini,” kata Yaqut.

Namun Yaqut ingin publik memahami bahwa pembakaran bendera HTI di Garut bukanlah tanpa sebab. Yaqut menjelaskan pembakaran itu dilatarbelakangi provokasi dalam suasana peringatan Hari Santri Nasional.

“Itu pun ketika teman-teman di Garut melakukan pembakaran, tentu itu harus dipahami bukan dalam ruang hampa yang tidak ada sebabnya,” tandas Yaqut.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...