logo

27/10/18

Merasa Seperti Tersangka, Dahnil Simanjuntak Tuding Polisi Jadi Alat Politik

Merasa Seperti Tersangka, Dahnil Simanjuntak Tuding Polisi Jadi Alat Politik

NUSANEWS -  Dahnil Simanjuntak merasa dirinya seperti tersangka dalam kasus hoax Ratna Sarumpaet saat dikonfrontir dengan dua saksi lainnya.

Yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Nanik S Deyang.

Tiga pentolan kubu koalisi itu menjalani pemeriksaan untuk dikonfrontir karena dianggap keterangannya berbeda satu sama lain.

Lebih dari enam jam ketiganya ‘digarap’ penyidik Direktorat Rerserse dan Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Jumat (26/10/2018).

Yakni sejak pukul 14.00 WIB sampai dengan pukul 20.30 WIB dengan total 11 pertanyaan.

Akan tetapi, dalam proses pemeriksaan itu, Dahnil sempat memprotes pertanyaan penyidik.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu menganggap, polisi mengajukan pertanyaan yang tak substantif dan tendensius terhadap dirinya.

“Kami berulang kali dipanggil dan bagi kami pertanyaannya enggak substantif. Mengarah seolah-olah kami ini tersangka. Dan kami enggak paham sama sekali,” kata Dahnil di Polda Metro Jaya, Jumat (26/10/2018).

Sebaliknya, ia terkesan menuding Polri sebagai alat politik.

Seharusnya, kata dia, polisi harus netral aplagi di saat tahun politik seperti saat ini.

“Saya berulang kali menyebutkan agar cara-cara begini dihentikan. Dan saya ingin polisi bekerja secara profesional,” ucap Dahnil.

Sementara, kuasa hukum Dahnil Anzar, Hendarsam Marantoko menyatakan, 11 pertanyaan tersebut intinya untuk mencari kesesuaian keterangan dari pada saksi.

“Ya untuk mencari penyesuaian keterangan dari para saksi,” katanya di tempat yang sama.

Akan tetapi, lanjut dia, pihaknya cukup kecewa lantaran dalam konfrotasi tersebut Ratna Sarumpaet tak dihadirkan penyidik.

“Tadi kami berharap sebenarnya itu ada ibu Ratna, tapi ternyata saksi saja,” lanjutnya.

Konfrontasi yang dilakukan, menurutnya untuk menggali fakta-fakta terkait dengan unsur-unsur yang dikenakan ke Ratna Sarumpaet.

Hendarsam menyatakan ke-11 pertanyaan yang diajukan kepada tiga saksi pada prinsipnya sama.

Dia menegaskan kliennya merasa tidak nyaman atas pertanyaan yang diajukan oleh penyidik.

Lantaran menilai pertanyaan penyidik menyudutkan kliennya seperti kepada tersangka.

“Ada pertanyaan yang membuat klien kami kurang nyaman sebenarnya terkait dengan pertanyan-pertanyaan tendesius,”

“Kalau kami melihatnya pertanyaan saksi rasa tersangka gitu,” katanya.

Karena itu, sambung Hendarsam, pihaknya mengaku kecewa dengan pemeriksaan yang dilakukan tersebut.

“Seharusnya, pihak aparat dapat menjaga norma pemeriksaan dan berlaku sesuai jalur hukum yang telah ada,” katanya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...