logo

31/10/18

Menyoal Dugaan Pengeroyokan Capo Ultras Garuda Usai Dukung Timnas U-19

Menyoal Dugaan Pengeroyokan Capo Ultras Garuda Usai Dukung Timnas U-19

NUSANEWS - Kisah kelam harus dialami oleh seorang capo atau yang dikenal sebagai dirijen suporter ketika tengah mendukung Timnas U-19 Indonesia. Capo dari kelompok suporter Ultras Garuda itu mengaku di-sweeping serta dikeroyok oleh oknum suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Hal itu terjadi usai dirinya mendukung Timnas U-19 melawan Jepang dalam laga perempat final Piala Asia U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (28/10/2018) lalu.

Kejadian itu sempat ramai di media sosial disertai dengan beredarnya potongan foto dan video ketika capo yang diketahui bernama Aples itu, diamankan pihak kepolisian. Tak berselang lama, Aples memberikan klarifikasi sekaligus menceritakan kronologis kejadian yang menimpanya tersebut.

Melalui akun Instagram Ultras Garuda Indonesia, Selasa (30/10), pemuda 20 tahun ini mengaku mengalami kejadian nahas itu usai laga antara Timnas U-19 vs Jepang pada pukul 22.00 WIB di tribune GBK zona 8B kategori 3.

“Kenapa saya bilang itu oknum suporter Tha Jakmania, karena pas awal terjadinya, saya ditanyain dulu apa benar saya itu adalah seorang Bobotoh dan dimintai identias dan may cek HP. Tapi, tidak saya kasih dan disitulah terjadi pukulan pertama dan terjadilah pengeroyokan terhadap saya,” ujar Aples.

Melihat kejadian itu, rekan-rekan Aples kemudian berusaha merelai. Akan tetapi, Aples sudah kadung panik dan naik ke pagar tribune. Ia menaksir ada lebih dari 30-50 orang oknum Jakmania yang ketika itu melakukan pengeroyokan.




“Alhamdulillah, pihak kepolisian cepat datang dan membubarkan masa oknum Jakmania dan mengamankan saya dari tribune atas, lalu di bawa ke Posko Pintu Kuning zona 10, dan langsung tim medis membawa saya ke rumah sakit terdekat,” ucapnya.

Meski mendapat perilaku tersebut, Aples yang mengaku seorang Bobotoh ini, memilih untuk tak memperpanjang masalah tersebut ke jalur hukum. Ia juga meminta maaf kepada pihak-pihak yang tak setuju dengan keputusannya tersebut.

“Saya ambil keputusan ini supaya tidak ada kekerasan dalam persepak bolaan Indonesia lagi, karena balas dendam. Saya tidak mau ada korban seperti saya, bahkan seperti alm. Rangga dan alm. Haringga.”




“Karena ini terjadi pada saat pertandingan Timnas Indonesia bukan saat pertandingan lokal rivalitas antara Persib Bandung vs Persija Jakarta. Dan, saya pun berdiri atas naungan Ultras Garuda Indonesia tanpa ada embel-embel Bobotoh atau pun Persib karena saya menghormati dan menghargai pribumi The Jakmania.”

Hingga berita ini diturunkan, kumparanBOLA masih mencoba menghubungi pihak Ultras Garuda Indonesia serta Aples untuk meminta keterangan lebih lanjut. Akan tetapi, belum ada jawaban.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...