logo

10/10/18

Menanti Rahasia Amien Rais dan Kawalan 500 Orang

Menanti Rahasia Amien Rais dan Kawalan 500 Orang

NUSANEWS - Ketua Dewan Pembina PAN Amies Rais akan memenuhi panggilan penyidik Polda Metro Jaya untuk bersaksi dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet. Bahkan, Amien sesumbar akan mengungkap kasus korupsi yang lama tak diusut di KPK.

Amien akan dikawal oleh 500 anggota Persaudaraan Alumni (PA) 212. Mereka khawatir ada kriminalisasi terhadap Amien dalam pemeriksaan ini.

Juru bicara Tim pemenangan Prabowo-Sandi, Andre Rosiade memastikan, kehadiran 500 anggota PA 212 saat pemeriksaan Amien Rais bukanlah bagian dari intervensi atau tekanan terhadap polisi. Hal ini hanya bagian dari dukungan moral terhadap Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga itu.

"Rasanya wajar saja ya pasti ada dukungan dari masyarakat maupun kelompok 212 hanya memberikan dukungan moral atau mengintervensi polisi. Itu clear," kata Andre saat dihubungi kumparan, Rabu (10/10).

"Jadi kita tak perlu menggoreng-goreng teman-teman Pak Amien menekan polisi tidak ada itu, tidak ada. Kita serahkan sepenuhnya proses hukum kepada polisi secara transparan, berkeadilan, dan profesional," imbuh dia.



500 Anggota PA 212 akan berkumpul di Masjid Al-Munawwar, Pancoran, Jakarta Selatan. Setelah itu, mereka baru berjalan bersama mengawal Amien ke Polda Metro Jaya.

Ketua DPP PAN Yandri Susanto menyebut pengawalan ini tidaklah berlebihan. Bahkan, ada 300 advokat untuk mengawal Amien karena khawatir adanya kriminalisasi karena pada dasarnya Amien juga korban kebohongan Ratna.

"Saya rasa selain bentuk kepedulian moral, 300 advokat yang siap bela Pak Amien ini juga antisipasi dari kemungkinan adanya kriminalisasi," kata Yandri saat dihubungi kumparan, Selasa (9/10).

Namun, pengawalan ini dianggap berlebihan oleh Wakil Ketua TKN Jokowi-Maruf, Abdul Kadir Karding. Karding menilai, pengawalan itu tidak perlu dilakukan karena Amien hanya berstatus saksi.

"Enggak perlu, 'kan itu cuma saksi, dan Pak Amien belum tentu salah, hanya saksi biasa. Seperti saya kalau dipanggil atau lapor 'kan datang saja, ngapain bawa-bawa (massa)," kata Karding di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (9/10).



Tak hanya itu, politikus Golkar Nusron Wahid mengatakan, kedatangan 500 pengawal Amien saat pemeriksaan dikhawatirkan akan mengacaukan situasi. Hal ini juga terkesan menekan polisi.

"Ya kan pasti ini tradisi buruk ya, setiap ada orang mau diperiksa bawa massa, bawa massa, seakan-akan mau menekan dan sebagainya," kata Nusron Wahid di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Selasa (9/10).

Rencana Amien mengungkap kasus yang lama mengendap di KPK juga patut ditunggu. Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf Arsul Sani mempersilakan Amien untuk mengungkap kasus-kasus yang belum terselesaikan di KPK.

“Saya kira begini kalau ada suatu fakta dan itu masuk dalam dugaan tindak pidana, apa pun tindak pidana, ya silakan saja disampaikan ke penegak hukum,” kata Arsul di posko pemenangangan Jokowi-Ma’ruf, Jalan Cemara, Jakarta Pusat, Selasa (9/10).



Sementara, polisi sudah menyiapkan pengamanan untuk para pengawal Amien. Polisi mengimbau massa untuk tetap tertib selama mengawal Amien.

"Kita imbau agar besok menjaga fasilitas umum, tertib, dan tidak membuat kekacauan. Kita akan amankan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yowono, Selasa (9/10).



SUMBER © NUSANEWS.ID

KOMENTAR PEMBACA

loading...