logo

24/10/18

Melihat Demo Berujung Ricuh dalam Simulasi di Bandara Adi Soemarmo

Melihat Demo Berujung Ricuh dalam Simulasi di Bandara Adi Soemarmo

NUSANEWS - Puluhan pendemo berusaha merangsek masuk ke Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Kericuhan pun terjadi saat petugas keamanan bandara dan TNI Au berusaha menghadangnya di pintu masuk.

Kejadian ini merupakan salah satu adegan dalam latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) yang digelar Bandara Adi Soemarmo, Rabu (24/10/2018). Skenario berlanjut, aksi saling dorong terjadi. Para pendemo sempat berhasil masuk area bandara. Anggota PHH bersenjata tameng dan pentungan dari TNI AU menghadangnya. Namun massa semakin beringas hingga sempat terjadi kericuhan.

Puluhan massa akhirnya berhasil dipukul mundur, setelah watercanon dari mobil pemadam kebakaran disemprotkan ke pendemo. Massa terus didesak mundur hingga keluar dari area bandara dan dipastikan mereka bubar.

Direktur Operasi Angkasa Pura I, Wendo Asrul Rose, mengatakan dalam simulasi ini ada tiga latihan. Pertama yaitu latihan terkait penanganan demonstrasi massa, ancaman bom dan keselamatan penerbangan (aviation security exercise).

"Security exercise dengan skenario, bagaimana sih bandara sebenarnya menghadapi situasi bilamana terjadi demonstrasi yang dilakukan sampai ke bandara," kata Wendo Asrul Rose di sela-sela pelaksanaan latihan penanggulangan keadaan darurat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali, Rabu (24/10/2018).

Simulasi kedua yakni latihan penanggulangan bencana gempa bumi dan kebakaran gedung terminal bandara. Ketiga yaitu simulasi kecelakaan pesawat terbang.

Simulasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom


Selain penanganan pada saat kejadian, dalam PKD ini juga terdapat skenario penanganan pasca kejadian. Yaitu penanganan terhadap keluarga korban serta penanganan terhadap media saat kondisi darurat. 

Dalam latihan kecelakaan pesawat terbang, diskenariokan ada pesawat yang terhempas keluar dari landasan pacu dan menabrak pagar parimeter Bandara Adi Soemarmo. Pesawat terbang itu terhempas saat melakukan pendaratan. Dari kejadian itu diskenariokan dilaporkan 8 orang tewas, 12 luka berat, 17 luka sedang dan 27 lainnya luka ringan. Seluruh korban ditangani dengan prosedur penanganan korban saat kejadian darurat. 

Simulasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom


"Khususnya untuk aircraft accident ini biasanya dilaksanakan siang hari. Namun mulai 2018 ini kita laksanakan malam hari. Karena kejadian itu bìsa terjadi kapan saja," ujar Wendo. 

"Malam itu lebih unik, karena seluruh pendukung mulai dari teman-teman yang mungkin bukan di bandara itu jam kantornya sudah selesai. Justru dari situ, nanti kita lihat, di mana sih kekurangannya. Karena diharapkan response time dari penanganan ini, siang, pagi, sore dan malam pun sama," tandas dia. 

Menurut Wendo, dari simulasi ini tidak mencari kesempurnaan. Namun mencari kelemahannya. 

"Jadi lemahnya di mana. Dari sisi prosedur lemahnya di mana, dari sisi peralatan yang kurang di mana, dari kompetensi knowledge skill SDM yang kurang di mana, nanti diperbaiki," paparnya. 

Simulasi di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali. Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom


Ditegaskan dia, aspek keselamatan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap penerbangan. Sehingga mengantisipasi kemungkinan terburuk dari kecelakaan penerbangan diperlukan latihan terpadu yang melibatkan seluruh instansi terkait untuk menguji sistem dan prosedur standar masing-masing institusi yang terlibat. 

General Manager Bandara Adi Soemarmo, Abdullah Usman, menambahkan latihan semacam ini dilakukan setiap dua tahun sekali. Simulasi PKD di Bandara Adi Soemarmo kali ini merupakan yang kelima yang diadakan oleh Angkasa Pura I di tahun 2018. 

"Latihan ini merupakan upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP) serta fungsi komando, komunikasi, dan koordinasi. Diharapkan masing-masing personel di Bandara Adi Soemarmo dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuannya sesuai bidang tugas masing-masing dalam menanggulangi keadaan darurat," ujar Abdullah Usman. 

Latihan ini melibatkan sedikitnya 550 personil dari berbagai instansi, termasuk rumah sakit dan Puskesmas di sekitar Bandara Adi Soemarmo. 



© NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...