logo

24/10/18

Makam Dalang Pembunuhan Sekeluarga di Deliserdang Diselimuti Poster Penolakan Warga

Makam Dalang Pembunuhan Sekeluarga di Deliserdang Diselimuti Poster Penolakan Warga

NUSANEWS - Warga Dusun VI Desa Patumbak Kampung, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, menyelimuti makam Agus Hariadi, dalang pelaku pembunuhan manajer PT Domas Muhajir bersama anak istrinya dengan berbagai poster.

Poster ini bertuliskan protes warga atas dimakamkannya Agus di dusun mereka, Rabu (24/10/2018).

Warga tidak ingin jasad pembunuh itu dimakamkan. Takut ada bala yang akan terjadi di kampung. Warga mengaku ditipu saat  pemakaman Agus. Karena sebelumnya informasi yang didapatkan mereka bukan Agus yang dimakamkan.

“Awalnya mereka bilang itu adalah orang sakit yang meninggal. Perutnya mau pecah. Makanya dimakamkan cepat,” kata Tasmin Purba alias Wak Pokat.

Jasad Agus dimakamkan pada Selasa (24/10/2018) sekira pukul 12.00 WIB. Pemakamannya tidak banyak diketahui warga. Karena hujan deras mengguyur kawasan itu saat pemakaman.

“Mobil ambulannya masuk pun kita gak tahu,” ungkap laki-laki paruh baya itu.

Warga tahu kalau itu adalah mayat Agus setelah orangtua tirinya datang. Orang tersebut bercerita kalau Agus ditembak di Pekanbaru. Warga Tanjungmorawa menolak, sehingga Agus dimakamkan di Patumbak.

“Orang yang ngorek kuburan pun curiga dengan mayat itu,” tandasnya.

Untuk diketahui, Agus Hariadi adalah tersangka yang diduga menjadi otak pelaku pembunuhan Muhajir, 49; Suniati, 50 dan M Sholihin, 12. Agus ditangkap bersama R di Pekanbaru.

Agus terpaksa ditembak karena mencoba melawan petugas yang menangkapnya. R juga ditembak pada bagian kaki karena mencoba melarikan diri. 

Selain Agus dan R, polisi juga menetapkan DN dan Y menjadi tersangka. DN adalah orang yang membantu membawa jasad ketiga korban dengan mobil dari kediaman mereka di Dusun III Gang Rambutan, Desa Bangun Sari, Tanjung Morawa, Deliserdang.

Jasad mereka dibuang ke sungai Belumai. Bahkan Suniati dan M Sholihin diduga dibuang dalam keadaan hidup-hidup.

Seluruh tersangka yang hidup sudah diamankan polisi. Mereka mendalami kasus itu untuk melihat kemungkinan ada tersangka lain.

Pembunuhan itu dilatarbelakangi dendam. Karena korban pernah menyebut Agus sebagai rombongan gajah karena berbasan agak tambun.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...