logo

24/10/18

LPPOM MUI: Pegang Sertifikat Halal bukan Akhir Semua Proses

LPPOM MUI: Pegang Sertifikat Halal bukan Akhir Semua Proses

NUSANEWS - Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) mengingatkan perusahaan-perusahaan pemegang sertifikat halal MUI untuk terus konsisten menerapkan sistem jaminan halal. Ini harus dijadikan pegangan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Wakil Direktur LPPOM MUI Muti Arintawati mengungkapkan, saat ini isu halal menjadi sangat sensitif di tengah masyarakat Indonesia. Sehingga jika soal halal itu diganggu, akan langsung ramai di masyarakat. “Itu bisa jadi sasaran empuk untuk menggoyah saingan bisnis,” kata Muti saat ditemui di Bogor, Selasa 23 Oktober 2018.

Peringatan ini disampaikan terkait adanya demo dari masyarakat ke salah satu cabang resto Hokben di BSD, Tangsel, beberapa hari lalu yang mempertanyakan sertifikat halal produk mereka. Padahal, menurut data LPPOM MUI, status sertifikat halal Hokben masih valid.

“Ini bisa jadi teguran buat perusaan yang sudah bersertifikat halal supaya berhati-hati. Jangan sampai mereka sudah dapat sertifikat halal lalu pelaksanaannya tidak sesuai. Mentang-mentang LPPOM tidak tiap hari disana. Justru dengan adanya sistem jaminan halal kita berharap sistem ini berjalan oleh orang-orang yang mengerti persyaratan,” ungkap Muthi.

Muthi mengatakan, memegang sertifikat halal bukanlah akhir dari semua proses. Justru ketika perusahaan mendapatkan sertifikat halal, itu adalah wal dari sebuah proses yang panjang.

“Pegang sertifikat halal bukan akhir semua proses, justru ketika mendapat sertifikat halal awal dari proses yang panjang. Karena sertifikat halal itu harus dipertahankan, dijaga, agar mereka betul-betul memenuhi persyaratan.

Sebelumnya, sejumlah orang mengatasnamakan diri Keluarga Muslim Nusantara berunjuk rasa di depan restoran Hoka-Hoka Bento (Hokben) BSD Square, Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (19/10/2018). Mereka menuding Hokben tidak memiliki sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) karena masa sertifikasinya sudah habis.

Menurut mereka, makanan mocca puding dan cokelat puding di Hokben tidak memiliki sertifikat halal. Mereka pun membawa foto kopi sertifikat MUI yang menunjukkan bahwa masa berlaku sertifikasi sudah habis.

Menjawab tuduhan itu, Communicarions Division Head Hoka-Hoka Bento Group, Kartina Mangisi mengatakan bahwa seluruh makanan di tempatnya sudah tersertifikasi halal oleh LPPOM MUI. “Produk yang kami jual dalam store kami Itu semua halal,” ucap Kartina seperti dikutip Wartakota, 19 Oktober lalu.

Dia pun membantah tudingan bahwa masa berlaku sertifikasi MUI yang ditujukkan ke perusahannya sudah kedaluwarsa. Kartina pun bakal menunjukkan bukti sertifikat halal dari MUI yang dimiliki oleh Hokben BSD.

“Pertama-tama saya akan tunjukkan dokumen yang dibawa oleh teman-teman, ini bukan dokumen perusahaan kami ini bukan dokumen Hokben, boleh dilihat nama perusahaannya beda,” ucap Kartina setelah masa meninggalkan Hokben BSD.

Dalam sertifikat yang dibawa oleh massa, tertulis nama perusahaan Suplier Puding dengan alamat perusahaan Gading Kirana AF 12/A, Jakarta Indonesia. Pada surat tersebut menunjukkan masa berlaku sertifikat halal sampai 30 Agustus 2018.

Sedangkan sertifikat yang dipajang di Hokben BSD menunjukkan bahwa nama perusahaan PT Eka Bogainti dengan alamat perusahaan Jalan Raya Poncol No. 2 Ciracas, Jakarta Timur.

Dalam sertifikat itu tertulis masa berlaku sertifikat halal sampai 26 September 2019. “Kami juga sudah mendapat sertifikat sistem jaminan halal yang berlaku masanya empat tahun,” ucapnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...