logo

31/10/18

Kubu Prabowo soal Mobil Esemka: Ma'ruf Amin Sebar Hoaks

Kubu Prabowo soal Mobil Esemka: Ma'ruf Amin Sebar Hoaks

NUSANEWS - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menyindir calon wakil presiden nomor 1 Ma'ruf Amin yang menyatakan mobil Esemka siap diluncurkan Oktober 2018.

Namun, hingga penghujung bulan ini, mobil yang pernah dipakai Presiden Joko Widodo sebagai kendaraan dinas saat menjadi Wali Kota Solo belum juga diperkenalkan kepada masyarakat.

Anggota Direktur Advokasi dan Hukum Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahaean menyebut apa yang disampaikan Ma'ruf soal peluncuran mobil Esemka di bulan ini tak terbukti. Artinya Ma'ruf menyampaikan berita hoaks. Pun demikian dengan Jokowi yang tidak mau jujur soal mobil Esemka yang pernah dibanggakan saat Pilpres 2014 lalu.

"Artinya ini ada kebohongan atau ketidakjujuran informasi yang disampaikan. Istilahnya, Pak Ma'ruf menyampaikan informasi yang tidak valid alias hoaks. Jokowi juga tidak mau jujur tentang Esemka ini," kata dia kepada CNNIndonesia.com, Rabu (31/10).

Ferdinand menyatakan dengan melihat kondisi di atas, pasangan Jokowi-Ma'ruf tak patut diberi kepercayaan lantaran masalah mobil Esemka tak bisa bicara jujur. Politikus Partai Demokrat itu menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai Jokowi-Ma'ruf soal mobil Esemka.

"Ini hampir bisa disimpulkan bahwa ini bukan lagi memberitakan kebohongan tetapi menciptakan sebuah ketidakjujuran," ujarnya.

Sebelas dua belas, Juru Bicara Prabowo-Sandi, Andre Rosiade. Dia sangsi terhadap Ma'ruf bakal menepati janji-janjinya jika terpilih menjadi Wakil Presiden. Sebab baru menjadi cawapresnya saja Ma'ruf sudah ingkar janji.

"Ini menunjukkan bahwa belum menang saja meleset janjinya, apalagi nanti. Belum jadi Wapres saja janji tak ditepati," kata Andre saat dihubungi CNNIndonesia.com.

Andre mengatakan masyarakat harus melihat fakta bahwa pernyataan Ma'ruf selaku pendamping Jokowi pada Pilpres 2019 meleset. Dia pun meminta masyarakat hati-hati dalam menentukan pilihannya pada hari pencoblosan April 2019 mendatang.

"Ini harus dilihat benar oleh masyarakat. Jadi lebih baik masyarakat hati-hati dalam memilih di Pilpres, supaya tak salah pilih lagi," ujarnya. (fra/osc)

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...