logo

25/10/18

KPK Masuk Saat PNS Hendak Pulang, Bupati Cirebon Pasrah, Begini Kronologisnya

KPK Masuk Saat PNS Hendak Pulang, Bupati Cirebon Pasrah, Begini Kronologisnya

NUSANEWS - Tertangkapnya Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) terbilang mengejutkan.

Pasalnya, belum lama ini, lembaga antirasuah itu juga menangkap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dalam kasus suap perizinan Meikarta di Bekasi, Jawa Barat.

Sementara diduga, operasi senyap yang menjaring Sunjaya itu, dikabarkan terkait suap jual-beli jabatan di lingkungan Pemkab Cirebon.

Berdasarkan sumber informasi JawaPos.com (grup pojoksatu.id), Sunjaya ditangkap di kantornya.

Saat itu, sejumlah pegawai negeri sipil di kantor bupati itu tengah bersiap pulang.

Petugas dari KPK pun langsung masuk dan mengamankan Sunjaya.

“Ditangkap di pendopo (Kabupetan Cirebon). Tidak ada perlawanan,” ungkap sang sumber.

Selain Sunjaya, lanjut sang sumber, juga diamanakan sejumlah orang lainnya.

Diantaranya Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Supadi Priatna bersama seorang staff-nya.

Selain itu, juga diamankan ajudan Sunjaya, bernama Nana.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan menyebut, selain empat orang tesebut, pihaknya juga mengamankan tiga orang di tempat lainnya.

Kendati demikian, Basaria enggan merinci 7 orang dimaksud itu sudah berada di dalam gedung KPK atau belum.

“Total yang diamankan ada tujuh orang,” singkatnya.

Sebelumnya, OTT KPK Diketahui dilakukan di rumah dinas Bupati Cirebon di Pendopo Kabupaten Cirebon Rabu (24/10) sekitar pukul 16.25 WIB.

Dari informasi yang didapat PojokSatu.id di lokasi, selain Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra, ada dua orang lagi yang ikut ditangkap dalam operasi senyap itu.

Diantaranya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia
, Supadi Priatna dan seorang staff-nya.

Selain itu, juga diamankan ajudan Sunjaya, bernama Nana.

Kabarnya, Bupati Cirebon dan sejumlah orang yang tertangkap dalam OTT tersebut dibawa ke Jakarta untuk menjalani penyelidikan intensif.

Hingga saat ini belum diketahui jelas terkait kasus apa OTT KPK tersebut.

Termasuk, apa saja barang bukti yang telah diamankan tim lembaga antiarasuah yang digawangi Agus Raharjo cs tersebut.

Sementara, dikonfirmasi berkenaan dengan operasi tangkap tangan itu, Ketua KPK Agus Raharjo membenarkanya.

“Benar hari ini ada giat di Cirebon. Masih dilakukan pendalaman. Besok dijelaskan dalam konpers,” kata Agus.

Akan tetapi, Agus enggan menjelaskan lebih jauh terkait operasi tangkap tangan dimakasud.

“Info lengkapnya tunggu konpres besok,” tutupnya.

Terkait penangkapan Sunjaya Purwadi Sastra itu, Sekjen PDIP memastikan langsung memecat salah satu kadernya itu.

Hasto menegaskan, PDIP tetap konsisten dan mendukung penuh pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Sanksi pemecatan! Karena itu yang berlaku di PDIP,” tegas Hasto saat dikonfirmasi, Rabu (24/10).

Hasto juga menyesalkan banyaknya kepala daerah yang masih terjaring OTT KPK.

Padahal, diakui anak buah Megawati itu, pihaknya sudah melakukan berbagai cara agar kadernya yang menjadi kepala daerah tidak melakukan pelanggaran hukum.

“Kami sudah memberikan imbauan melalui surat, sanksi pemecatan kepada yang sebelum-sebelumnya, sudah diberikan tanpa pandang bulu,” ujarnya.

Oleh karenanya, PDIP menilai harus ada mekanisme pencegahan yang efektif agar peraktik suap atau korupsi kepala daerah tidak terus terulang kembali.

“Proses ini selalu berulang, menimpa seluruh parpol, di seluruh lini pemerintahan. Harus dipikirkan sistem pencegahan yang efektif,” jelasnya.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...