logo

30/10/18

Korban Lion Air JT-610, Pesan Terakhir Nan Mengharukan Pengantin Baru: I LOVE YOU SO MUCH

Korban Lion Air JT-610, Pesan Terakhir Nan Mengharukan Pengantin Baru: I LOVE YOU SO MUCH

NUSANEWS - Jatuhnya Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, menjadi tragedi kelam bagi Tanah Air dan meniggalkan luka mendalam, utamanya bagi keluarga korban.

Demikian halnya dengan Luthfiah Eka Putri (23) yang harus merelakan kepergian Deryl Fida Febrianto.

Apalagi, Deryl adalah suami yang baru saja mempersuntingnya dua minggu sebelumnya.

Ditambah lagi, kepergian Deryl itu hanay sehari setelah keduanya tepat setahun menjalin asmara dan berpacaran, yakni 28 Oktober 2017.


Dengan mata sembab dan terus menitikkan air mata, Lutfhiah pun menuturkan saat-saat terakhir dirinya berkomunikasi dengan suaminya itu.

Saat itu, Sabtu (28/10) tepat 00.00 WIB dini hari, ia menerima pesan dari Deryl melalui aplikasi perpesanan Whatsapp.

Dalam komunikasi itu, suaminya mengucapkan universary atas hubungan cinta yang mereka jalin.

“Selamat hari jadi istriku,” demikian ucapan Deryl kepada Luthfiah.

Tak lupa, Deryl juga menitip pesan dan pengharapan untuk istrinya itu.

“Semoga kamu bisa menjadi ibu yg kuat dan sabar untuk anak kita ya sayang,” lanjut Deryl.

Tak hanya itu, Deryl juga berpesan kepada Luthfiah seraya berdoa agar jalinan cinta mereka langgeng sampai di kehidupan selanjutnya.

“Jaga kesehatan, jangan lupa makan, dan jangan males2. Semoga hubungan kita langgeng sampai di kehidupan selanjutnya amin amin ya Allah,” demikian tulisan yang dikirimkan Deryl.

Sebagai tanda cintanya kepada Luthfiah, Deryl pun menutup kalimatnya dengan kata cinta dengan huruf kapital.

“I LOVE YOU SO MUCH” tutup Deryl disertai dengan emoticon hati ditambah foto keduanya.

Luthfiani sempat menjawab pesan itu sekitar satu jam kemudian. Dia mengamini seluruh doa yang terpanjat dari sang kepala keluarga.

Pukul 06.14 WIB, Luthfiani juga sempat berpamitan kepada Deryl melalui WhatsApp.

Dia hendak pergi membeli susu. Itu adalah komunikasi terakhir keduanya.

Sambil memandang layar handphone-nya, Luthfiani bercerita bahwa Deryl sebelumnya sudah berangkat Jakarta sejak 17 Oktober lalu.

Tepat dua hari keduanya menikah, Deryl sudah meninggalkan istrinya untuk mengais rezeki.

Deryl mengikuti tes sebagai juru mudi kapal. Sebelum berangkat ke Pangkal Pinang, dia harus melalui serangkaian tes di Ibu Kota selama dua minggu.

Tak ada perilaku berbeda yang ditunjukkan Deryl.

Hanya, Luthfiani mengaku mendapat mimpi kalau suaminya sempat berpamitan dan menciuminya sehari sebelum Dery berangkat ke Jakarta.

“Semalem, pas mau berangkat, saya mimpi dipamiti, terus dicium sama suami. Saya belum pernah mimpi seperti itu sebelumnya,” cerita Luthfiani.

Selama dua minggu di Jakarta, Deryl tak pernah alpa berkomunikasi dengan Luthfiani.

Deryl bahkan sempat menjanjikan akan membelikan pintu untuk rumahnya.

“Mas Deryl mau belikan pintu buat kamar rumah saya yang di Simo Pomahan Baru gang 14,” tambahnya.

Semalam, sebelum mengucapkan hari jadi, Deryl juga mengabari istrinya bahwa dia sedang makan sate bersama teman-teman seprofesinya di mess PT Pelni di Jakarta.

Sesaat setelah mengirim WhatsApp terakhir pagi tadi, Luthfiani mengira sang suami sudah terbang.

“Karena tiket pesawatnya ke Pangkal Pinang pukul 06.10 WIB. Dia nggak balas WA (setelah Luthfiani berpamitan membeli susu), berarti sudah flight,” kenangnya.

Sementara itu, ayah Deryl, Didik Setiawan, 43, mengatakan bahwa Deryl mendapat tugas untuk memberangkatkan kapal kargo dari Pangkal Pinang.

“Jadi, berangkat ke Pangkal Pinang untuk berangkatkan kapal kargo. Tapi tujuan kapalnya ke mana, saya nggak tahu,” kata Didik.

Atas musibah tersebut, dirinya berharap ada keajaiban dari Tuhan.

Kalaupun dinyatakan meninggal, setidaknya Badan SAR Nasional dan pihak yang berwajib dapat segera menemukan dan mengevakuasi jenazah putra sulungnya itu.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...