logo

25/10/18

Keturunan Para Pendiri NU: Tidak Ada Sejarahnya Rais Aam PBNU Lepas Baiat untuk Jadi Cawapres

Keturunan Para Pendiri NU: Tidak Ada Sejarahnya Rais Aam PBNU Lepas Baiat untuk Jadi Cawapres

NUSANEWS - Tampilnya KH.Ma’ruf Amin menjadi cawapres Joko Widodo bukan keputusan Nahdlatul Ulama (NU).

“Warga NU perlu tahu, bahwa itu bukan keputusan NU. Tidak ada sejarahnya Rais Aam PBNU kemudian ‘putar haluan’ melepas baiat untuk menjadi Cawapres,” ungkap Choirul Anam, usai acara halaqah para putra dan cucu pendiri NU di Dalem Kasepuhan, Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Rabu (24/10/2018).

Terkait pencawapresan KH.Ma’ruf Amin, jelas Cak Anam, meski KH.Ma’ruf Amin merupakan mantan Rais Aam PBNU, tidak ada keharusan bagi warga Nahdiyin untuk mendukungnya. Pasalnya, majunya Ma’ruf Amin merupakan keputusan pribadi bukan keputusan NU.

Kata Cak Anam, sapaan akrabnya, pada acara halaqah, penegakan khitthah NU 1926 merupakan satu dari tiga keputusan yang diambil.

Seperti dilansir Kantor Berita RMOLJatim, penegakan khitthah NU 1926, ujar Cak Anam menjadi penting. Sudah banyak pelanggaran yang dilakukan secara terang-terangan atas khittah yang digulirkan pada Muktamar ke-27 NU 1984 di Situbondo itu.

“Ini juga yang menjadi pertimbangan dibentuknya Komite Khitthah, dan akan terus berlanjut sampai NU benar-benar kembali ke khittah 1926 sebagaimana diputuskan para masyayikh terdahulu,” ujar Cak Anam yang menjadi Jurubicara halaqah.

Halaqah yang berlangsung di Pondok Pesantren Tebu Ireng itu dihadiri langsung oleh, KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) selaku tuan rumah, dan KH Hasib A Wahab Chasbullah (Gus Hasib) dari PP Tambakberas.

Hadir juga KH Agus Solachul A’am Wahib Wahab (Gus A’am), Gus Rozaq, KH A Wachid Muin, KH Muhammad Najih Maimoen (Gus Najih) dari Sarang, KH Abdul Zaini (Besuk, Pasuruan), KH Abdul Hamid (Lasem).

Tampak pula KH Abdullah Muchid Pendiri IPIM (Ikatan Persaudaraan Imam Masjid Seluruh Indonesia), Prof Dr KH Ahmad Zahro, MA al-Chafidh Ketua IPIM, Drs H Choirul Anam, cucu menantu dari KH Achmad Dahlan (Pendiri Taswirul Afkar Kebondalem, Surabaya), Prof Nasihin Hasan, Prof Aminuddin Kasdi, KH Muhammad Idrus Ramli (Jember), KH Luthfi Bashori Alwi (Malang), Gus Ahmad Muzammil (Yogyakarta), Gus Mukhlas Syarkun.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...