logo

31/10/18

Kesaksian Mengerikan Warga Jatuhnya Lion Air JT-610, Habis Ledakan Besar Langsung Turun Hujan

Kesaksian Mengerikan Warga Jatuhnya Lion Air JT-610, Habis Ledakan Besar Langsung Turun Hujan

NUSANEWS -  Jatuhnya Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang, menjadi tragedi kelam bagi Tanah Air.

Tragedi tersebut pun jelas meninggalkan luka mendalam, utamanya bagi keluarga korban.

Selain itu, peristiwa itu juga menjadi kali kesekian maskapai tersebut mencatatkan kecelakaan.

Berdasarkan catatan, kecelakaan pesawat yang melibatkan Lion Air ini menjadi yang ke-20 sejak 16 tahun terakhir.

Tragedi itu pun meninggalkan cerita mengerikan bagi warga sekitar.

Seperti yang diungkap Mahfudin, pemilik salah satu warung di Pantai Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat, Rabu (31/10/2018).

Ia mengaku, saat kejadian, dirinya sempat mendengar suara ledakan yang cukup keras.

Tak hanya itu, sesaat setelah suara ledakan tersebut, hujan langsung turun tiba-tiba tanpa diawali mendung.

“Besar sekali ledakannya. Setelah di atas meledak, tiba-tiba hujan turun, tapi tidak besar. Sepertinya pesawat menabrak awan,” ungkap Mahyudin.

Mahfudin menambahkan, saat kejadian, banyak nelayan yang menyaksikan langsung musibah itu.

Bahkan, salah seorang nelayan yang dikenalnya sempat shock lantaran menyaksikan langsung jatuhnya serpihan pesawat.

“Teman saya itu hanya berjarak 100 meter dari lokasi jatuhnya puing. Sekarang dia masih shock,” ujarnya.

Hal senada juga dikatakan Cici (37), istri seorang nelayan di Pantai Tanjung Pakis.

Menurut Cici, kejadian yang begitu cepat itu saat laut masih dalam keadaan sepi. Tidak ada satupun pengunjung yang ada.

“Rumah saya di dekat laut, saat ledakan langsung saya lihat ke pantai,” ujarnya.

Menurut Cici, kondisi cuaca di sekitar perairan Pakis memang sudah memasuki musim penghujan.

Tapi hujan itu kata dia kerap datang pada waktu menjelang subuh.

“Kalau kondisi siang sangat jarang di laut hujan. Tapi kalau sudah larut malam hujannya besar dan suara petirnya juga menakutan,” ucapnya.

Satu per satu jenazah korban Lion Air JT-610 terus ditemukan dan berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dari perairan Pantai Tanjung Pakis, Karawangan, Jawa Barat.

Berdasarkan data dari Basarnas, sampai dengan Rabu (31/10/2018) pukul 13.00 WIB, total sudah 46 kantong jenazah yang dikirimkan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Dari semua jenazah yang sudah di dikirimkan tersebut, seluruhnya tidak dalam keadaan utuh.

Demikian disampaikan Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Rabu (31/10).

Karena itu, pihaknya mengandalkan hasil tes DNA untuk melakukan proses identifikasi jenazah.

“Kami mengandalkan nanti hasil pemeriksaan DNA itu,” kata Musyafak.

Untuk melakukan pemeriksaan DNA, pihaknya memiliki cukup personel dibantu dari sejumlah instansi terkait.

Seperti dokter forensik dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, dokter dari RS Fatmawati dan dokter forensik lainnya.

Diantaranya lebih dari 15 dokter forensik dan lebih dari 10 orang dokter gigi.

“Kemudian ada 4 orang ahli DNA yang mengambil sampel posmortem itu serta pendukung yang lain kami ada. Cukup lengkap,” beber Musyafak.

Sampai saat itu, Tim SAR gabungan pun masih terus melakukan pencarian dan evakuasi.

Sebanyak 858 personil dari Basarnas, TNI-polri, KPLP, Bakamla, Perhubungan, Bea Cukai, PMI, dan Potensi SAR SAR lainnya, termasuk masyarakat dan nelayan.

Sementara alat utama (alut) yang dikerahkan meliputi 5 helikopter, 44 kapal, dan 15 unit ambulance.

Covered area pencarian masih terbagi dalam 2 sektor utama.

Sektor 1 pencarian bawah air dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air. Seperti MBES, Side Scan Sonar, ROV, dan Ping Locator.

Peralatan tersebut terpasang pada Kapal KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Kapal Baruna Jaya BPPT, dan Kapal Dominos Pertamina.

Sedangkan proses pencarian dengan penyelaman yang melibatkan penyelam Basarnas Special Group (BSG), Denjaka, Taifib, dan penyelam-penyelam lainnya pada kedalaman 20 – 35 meter.

Penyelaman dilakukan di sekitar titik terakhir kontak pesawat.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...