logo

23/10/18

Kasus Ratna Bikin Elektabilitas Prabowo-Sandi Merosot 0,6 Persen

Kasus Ratna Bikin Elektabilitas Prabowo-Sandi Merosot 0,6 Persen

NUSANEWS - Kasus informasi bohong alias hoax penganiayaan yang disebarluaskan oleh Ratna Sarumpaet (RS) menggerus elektabilitas pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Ikrama mengatakan bahwa elektabilitas Prabowo-Sandi tergerus karena Ratna saat itu berposisi sebagai Juru Kampanye Nasional (Jurkamnas) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Koalisi Adil Makmur.

“Makanya kasus hoax Ratna Sarumpaet merugikan Prabowo-Sandi,” jelasnya dalam konferensi pers rilis survei bertajuk ‘Hoax dan Efek Elektoral Kasus Ratna Sarumpaet’ di Kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (23/10).

Adapun hasil survei yang mereka lakukan menunjukkan bahwa setelah kasus hoax RS, tingkat elektabilitas Prabowo-Sandi turun dari 29,2 persen pada September menjadi 28,6 persen di bulan Oktober atau turun sekitar 0,6 persen.

“Adapun elektabilitas pasangan Jokowi-Ma’ruf mengalami kenaikan dari 53,2 persen pada September menjadi 57,7 persen Oktober ini. Sedang yang belum menentukan pilihan sebesar 13,7 persen,” tandasnya.

Dijelaskan Ikrama, secara umum LSI Denny JA menemukan bahwa kasus RS telah meningkatkan sentimen negatif terhadap Prabowo-Sandi di mata masyarakat pemilih.

Sentimen negatif ini menyebabkan pemilih yang belum menentukan pilihan (undicided voters) cenderung memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Survei ini melibatkan 1.200 responden. Mereka dipilih dari seluruh wilayah Indonesia dengan metode multistage random sampling. Adapun margin of error dari survei adalah sebesar 2,8 persen, dengan tingkat kepercayaan 97,2 persen. Pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara tatap muka dengan menggunakan kuisioner.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...