logo

31/10/18

Jokowi Klaim Larang Kiai Acungkan Satu Jari di Tol Suramadu

Jokowi Klaim Larang Kiai Acungkan Satu Jari di Tol Suramadu

NUSANEWS - Presiden Joko Widodo membantah telah melakukan kampanye tersembunyi dalam peresmian bebas tarif Jembatan Tol Suramadu di Jawa Timur beberapa waktu lalu.

"Saat di jembatan, biasa kanan kiri ada kiai dan acungkan jari. Sudah saya ingatkan saat itu tidak usah. Beda kalau saya suruh. Justru saya ingatkan. Jangan dibalik-balik," kata Jokowi di JIExpo, Rabu (31/10).

Hal ini disampaikan menyikapi laporan Forum Advokat Rantau (FARA) ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kemarin. Anggota FARA Rubby Cahyady menduga diselipkan kampanye di balik penerbitan kebijakan di Jembatan Suramadu.

Laporan disertai bukti foto serta sejumlah berita online, orang-orang di sekitar Jokowi mengacungkan satu jari di Jembatan Suramadu.

Berdasarkan pantauan saat itu, sejumlah ulama yang berada di sisi kiri dan kanan Jokowi memang sempat mengangkat telunjuknya ketika berjalan di Jembatan Suramadu. Tetapi Jokowi tak tinggal diam. Ia terlihat beberapa kali meminta para kiai berhenti mengacungkan telunjuknya.

"Sudah sudah," kata Jokowi kepada mereka.

Pengacungan jari telunjuk memang kini identik dengan Jokowi karena ia mendapat nomor urut 01 dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Mengenai kebijakan, Jokowi kembali menegaskan penggratisan tak dilakukan tiba-tiba terutama karena jelang pilpres. Proses pemotongan tarif sudah dilakukan sejak 2015 melalui pembebasan biaya bagi pengguna sepeda motor.

Pemotongan dilanjutkan setahun berikutnya sebesar 50 persen bagi mobil pribadi serta truk. Hal ini diharapkan dapat membuat tingkat perekonomian di Jawa Timur, terutama Madura dapat meningkat. Investasi dapat dilakukan tanpa terhambat tingginya biaya logistik.

Ia menegaskan selama ini tingkat kemiskinan Madura juga lebih tinggi dengan kisaran 16-24 persen dibandingkan kawasan sekitarnya seperti Surabaya dan Gresik yang berada di kisaran 6 hingga 7 persen.

"Rasa keadilan itu jadi catatan kami. Kami putuskan jadi jembatan biasa. Ini bukan investasi swasta atau BUMN. Ini dari BUMN. Kami sampaikan Jembatan Suramadu bisa dipakai semua," kata mantan Wali Kota Solo ini.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...