logo

23/10/18

Jawaban-jawaban kubu Jokowi saat dikritik tajam Sandiaga Uno

Jawaban-jawaban kubu Jokowi saat dikritik tajam Sandiaga Uno

NUSANEWS - Memasuki musim kampanye, Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno kerap mengkritik keras pemerintahan Jokowi. Sektor ekonomi yang sering menjadi sorotan Sandi.

Namun kubu Jokowi tak tinggal diam. Kritik tajam Sandi mendapat balasan. Saling kritik akhirnya tak terhindarkan. Berikut ini ulasan kritik tajam Sandi dibalas kubu Jokowi:


1. Karding: Sandi pura-pura blusukan

Merdeka.com - Sandiaga belum lama ini mengkritik 4 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla dengan mengatakan harga kebutuhan pokok semakin mahal. Tim Jokowi menyebut kritikan Sandi itu tak sesuai fakta di lapangan.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding, mengatakan, apa yang dilontarkan Sandiaga tak sesuai dengan faktanya. Dia pun memberi contoh dengan nasi ayam atau chicken rice, yang belakangan disampaikan oleh Cawapres nomor urut 02 itu.

"Ya semua dilontarkan Pak Sandi itu tidak ada faktanya. Beliau mengatakan harga nasi ayam di Singapura lebih murah dari Indonesia, itu jauh-jauh, setelah kita cek jauh. Di Singapura bisa Rp 56 ribu, di sini bisa Rp 26 ribu, bisa makan di bawahnya. Mungkin Pak Sandi baru kali ini turun ke bawah. Biasanya makan di restoran, jadi pikirannya itu aja. Nanti mau nyalon ini aja, pura-pura blusukan itu. Jadi dia tak punya data menyeluruh," ucap Karding.


2. Tim Jokowi tanya apa kabar OK OCE

Merdeka.com - Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan pihaknya akan fokus pada ekonomi untuk menaikkan elektabilitasnya. Dia sempat menyindir pemerintah sekarang, bahwa setengah anak muda yang lulus kesulitan dapatkan lapangan kerja.

"Juga dengan lapangan pekerjaan yang sudah masuk ke teritori pesimis lebih dari setengah anak muda yang lulus kesulitan dapatkan lapangan kerja," jelasnya.

Juru bicara Jokowi-Ma'ruf, Irma Suryani Chaniago mengatakan, Sandiaga tak usah terlalu jauh berpikir. Dia pun menyindir program OK OCE, saat menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI. "OK OCE saja tidak berhasil, mau bicara lapangan kerja yang mana lagi," ucap Irma.


3. Tim Jokowi: Sandi jangan nyinyir

Merdeka.com - Sandiaga meminta masyarakat menerka sendiri apakah pembagian dana kelurahan punya maksud lain. "Kalau misalnya di tahun politik di 2019 ini pasti masyarakat bisa menilai sendiri, apakah ini ada udang di balik batu atau apakah ini sebuah program yang memang dicanangkan sebelumnya," kata Sandiaga.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni meminta Sandiaga lebih baik memberi solusi daripada menyindir. "Sandiaga Uno mencurigai kepentingan politik di balik rencana dana kelurahan, ada udang di balik batu katanya. Menurut saya, Mas Sandi jangan nyinyir, tapi solutif," ucap Raja.

Ia menanyakan kepada Sandiaga apakah setuju atau tidak dengan dana kelurahan. "Pertanyaannya, apakah Mas Sandi setuju dengan dana kelurahan? Kalau setuju full stop (titik). Bismillah kita jalankan," ungkap Raja.



4. Tim Jokowi ingatkan kejadian 4 tahun lalu

Merdeka.com - Cawapres Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno optimis unggul di Provinsi Jawa dan Banten. Hal itu didasari dari pengalamannya bersama Anies Rasyid Baswedan saat mengalahkan Ahok dan merebut kursi DKI. Namun hal itu langsung disanggah oleh tim Jokowi.

Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Raja Juli Antoni, mengatakan, tak masalah jika Sandiaga merasa optimis. Tapi dia mengingatkan, harus disesuaikan dengan kenyataan politik yang ada. Diketahui, dua partai koalisi Prabowo-Sandiaga, para kadernya banyak membelot. Di antaranya dari Demokrat dan PAN.

Dia menuturkan, jangan sampai terulang dengan Prabowo Subianto empat tahun silam. Di mana merasa optimis, lantaran membaca hasil survei yang dibuat timnya sendiri. "Jangan sampai kejadian 4 tahun lalu terulang. Pak Prabowo juga optimis, sampai sujud syukur membaca quick count," kata Raja Juli.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...