logo

25/10/18

Illegal Logging Terbesar se-Jawa Dibongkar, Berasal dari 20 KPH

Illegal Logging Terbesar se-Jawa Dibongkar, Berasal dari 20 KPH

NUSANEWS - Praktik illegal logging yang diduga terbesar se-Jawa dibongkar oleh tim gabungan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), TNI, serta kepolisian. Lokasinya berada di Desa Ronggo, Kecamatan Jaken, Kabupaten Pati.

Direktur pencegahan dan pengamanan hutan KLHK, Sustyo Iriyono, mengatakan operasi gabungan dilakukan hari Rabu (24/10) kemarin sekitar pukul 08.00 hingga 11.00 WIB. Sustyo memimpin langsung operasi tersebut.

"Ini adalah tindak lanjut dari laporan pengaduan Direksi Perhutani. Operasi dilaksanakan di lima titik lokasi," kata Sustyo di kantor BKSDA Jawa Tengah, Semarang, Kamis (25/10/2018).

Dari operasi tersebut diamankan 6 truk penuh kayu yang hingga kini masih dihitung jumlah kubikasi kayunya. Namun dari banyaknya kayu di lokasi operasi, diduga menjadi tempat penampungan dan pengolahan kayu ilegal dari 20 KPH.

Kayu-kayu gelondongan yang disita tim gabungan (Foto: Dok KLHK)

"20 KPH ini dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Menurut informasi sudah berlangsung lama, rumah-rumahnya saja dari kayu. Sudah tahunan ini," pungkas Sustyo.

"Indikasinya ini terbesar se-Jawa," imbuhnya.

Sebenarnya sebelumnya operasi-operasi sudah dilakukan pihak terkait namun praktiknya masih dilakukan. Sustyo juga menjelaskan sulitnya membongkar ilegal logging karena harus benar-benar rahasia, karena jika rencananya bocor, maka pelaku kabur.

"Awalnya kita lakukan di 5 titik, tapi geser 1 titik, ya ini resikonya, tidak boleh bocor. Sebenarnya operasi ini dilakukan bulan lalu, tapi karena bocor baru dilakukan sekarang," jelasnya.

Lokasi penggerebekan (Foto: Dok KLHK)

Direktur Penegakan Hukum Pidana KLHK, Yazid Nurhuda, menjelaskan hingga kini ada 5 orang yang masih dimintai keterangan. Meski demikian pihaknya tidak akan berhenti menelusuri termasuk dugaan keterlibatan pemodal dan lainnya karena pihaknya memiliki wewenang menelusuri tindak pidana pencucian uang.

"Kami akan menindaklanjuti hasil operasi gabungan ini. Tidak menutup kemungkinan pengembangan kasus ini akan menyeret pihak-pihak lain yang bertanggungjawab termasuk pemodal, penadah, maupun aktor lainnya," jelas Yazid.

Ia juga menjelaskan sulitnya menangkap pelaku karena ada tekanan dari orang-orang dilokasi. Ketika operasi dilakukan sebanarnya ada 2 orang yang hendak dibawa, namun tekanan dari orang-orang di sana membuat KLHK mengambil keputusan lain.

Kayu-kayu yang disita (Foto: Dok KLHK)


"Saat mau dibawa, massa berkumpul, ada tekanan agar tidak dibawa. Tapi sudah kita identifikasi, tinggal panggil," ujarnya.

Pembalakan liar merupakan kejahatan luar biasa yang menimbulkan kerugian tidak hanya uang, tapi juga ekosistem alam. Namun Sustyo menjelaskan belum ada perhitungan kerugian uang dalam hal ini.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...