logo

31/10/18

Identifikasi Korban Lion Air JT-610, DNA Diambil dari Sepatu, Dompet sampai Baju

Identifikasi Korban Lion Air JT-610, DNA Diambil dari Sepatu, Dompet sampai Baju

NUSANEWS - Satu per satu jenazah korban Lion Air JT-610 terus ditemukan dan berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dari perairan Pantai Tanjung Pakis, Karawangan, Jawa Barat.

Berdasarkan data yang terkonfirmasi oleh Basarnas, sampai dengan Rabu (31/10/2018) pukul 13.00 WIB, total sudah 46 kantong jenazah yang dikirimkan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Kini, proses identifikasi korban pun sudah dilakukan. Salah satunya dengan melalui tes DNA.

Akan tetapi, sampel DNA dimaksud bukan saja berasal dari jenazah dan keluarga korban saja. Melainkan dari berbagai barang-barnag pribadi penumpang.

Karena itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Metro Jaya mengambil sejumlah sampel yang dikumpulkan di Posko Crisis Center Jakarta International Cintainer Terminal (JICT 2), Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Sampel yang diambil di antaranya sampel property dan sampel biologis.

Demikian disampaikan Kepala Tim DVI Polda Metro Jaya Iptu Agus, Rabu (31/10/2018).

“Pengambilan serpihan buat sampel. Yang diambil sampel biologis seperti barang (yang menempel) dengan potongan tubuh dan sampel properti seperti sepatu dan baju,” katanya.

Agus menuturkan, sampel tersebut akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diidentifikasi lebih lanjut.

Sempel tersebut kemudian dikelompokkan ke setiap jenis barang.

“Dibawa ke RS Polri, itu juga lagi dikelompokan. Jadi sepatu sendiri, baju, jas, dompet, dipisah-pisahkan,” jelasnya.

Tim DVI dibantu dengan polisi wilayah setempat memilah barang hasil temuan yang ditemukan di titik jatuhnya pesawat.

Sempel tersebut di antaranya serpihan pesawat yang diduga kursi tempat duduk penumpang.

Mayoritas berupa busa berbentuk kotak yang masih berbalut dengan kulitnya.

Sedangkan untuk barang-barang korban berupa baju, sepatu, dan tas. Serta beberapa potongan seragam pramugari Lion Air.

Dari semua jenazah yang sudah di dikirimkan tersebut, seluruhnya tidak dalam keadaan utuh.

Demikian disampaikan Kepala Rumah Sakit Polri Kombes Musyafak dalam konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Rabu (31/10).

Karena itu, pihaknya mengandalkan hasil tes DNA untuk melakukan proses identifikasi jenazah.

“Kami mengandalkan nanti hasil pemeriksaan DNA itu,” kata Musyafak.

Untuk melakukan pemeriksaan DNA, pihaknya memiliki cukup personel dibantu dari sejumlah instansi terkait.

Seperti dokter forensik dari Universitas Indonesia, Universitas Padjajaran, Universitas Diponegoro, dokter dari RS Fatmawati dan dokter forensik lainnya.

Diantaranya lebih dari 15 dokter forensik dan lebih dari 10 orang dokter gigi.

“Kemudian ada 4 orang ahli DNA yang mengambil sampel posmortem itu serta pendukung yang lain kami ada. Cukup lengkap,” beber Musyafak.

Sampai saat itu, Tim SAR gabungan pun masih terus melakukan pencarian dan evakuasi.

Sebanyak 858 personil dari Basarnas, TNI-polri, KPLP, Bakamla, Perhubungan, Bea Cukai, PMI, dan Potensi SAR SAR lainnya, termasuk masyarakat dan nelayan.

Sementara alat utama (alut) yang dikerahkan meliputi 5 helikopter, 44 kapal, dan 15 unit ambulance.

Covered area pencarian masih terbagi dalam 2 sektor utama.

Sektor 1 pencarian bawah air dengan mengerahkan kapal-kapal yang dilengkapi dengan alat pendeteksi bawah air. Seperti MBES, Side Scan Sonar, ROV, dan Ping Locator.

Peralatan tersebut terpasang pada Kapal KRI Rigel, Rubber Boat (RB) 206 Kantor SAR Bandung, Kapal Baruna Jaya BPPT, dan Kapal Dominos Pertamina.

Sedangkan proses pencarian dengan penyelaman yang melibatkan penyelam Basarnas Special Group (BSG), Denjaka, Taifib, dan penyelam-penyelam lainnya pada kedalaman 20 – 35 meter.

Penyelaman dilakukan di sekitar titik terakhir kontak pesawat.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...