logo

24/10/18

Guru SD di Garut Aniaya Murid karena Tak Kerjakan PR

Guru SD di Garut Aniaya Murid karena Tak Kerjakan PR

NUSANEWS - Seorang oknum guru berinisial DS (58) menganiaya sejumlah siswa kelas 3 SDN Sukamanah 3, Bayongbong, Garut. Penganiayaan terjadi karena DS kesal, muridnya tidak bisa berhitung walaupun sudah dia ajarkan.

Salah satu orang tua siswa, Neneng Muslimah mengungkapkan, anaknya sudah sering jadi korban penganiayaan DS. Bahkan sang anak sampai enggan masuk sekolah.

"Awalnya anak saya enggak pernah cerita kenapa enggak sekolah, tapi pas saya cek ke orang tua lain ternyata anak-anak mereka juga sering dipukul dan disundut rokok oleh DS," ucap Neneng saat melapor ke Polsek Bayongbong, Rabu (24/10).

Neneng menambahkan, anaknya juga pernah ditusuk pakai pensil. Bahkan, DS juga pernah memukul murid yang tidak mengerjakan PR.

"Anak-anak kelas 3 yang lain juga trauma karena kelakuan guru itu," ujar Neneng.

Atas kejadian itu, Neneng mendesak agar DS dipindahkan dari SDN Sukamanah 3. Selain itu, dia mendesak agar DS juga diproses secara hukum.

"Kalau nakal ya jangan dipukul apalagi disundut rokok, karena itu tidak mendidik," katanya.

Kapolsek Bayongbong AKP Dedi Rustandi menyebut,  pihaknya sudah menerima laporan penganiayaan yang dilakukan DS. Saat ini, DS sudah dibawa ke Mapolres Garut untuk dimintai keterangan.

"Tadi memang orang tua murid sempat datang ke sekolah dan mengamuk disana, bahkan ada juga yang sempat memukul namun bisa ditangkis DS sehingga hanya kacamatanya saja yang pecah," kata Dedi.

Dia menambahkan, sudah ada empat murid yang diduga menjadi korban penganiayaan DS. Namun, baru satu korban yang melaporkan ke polisi.

"Bisa saja jumlahnya bertambah karena banyak orang tua yang enggak melapor," ungkapnya.

Dedi menyebut, berdasarkan keterangan sementara dari DS, penganiayaan bermula saat muridnya tidak mengerjakan PR. Namun ketika ditegur, salah seorang siswa justru mengeluarkan kata-kata kasar. Respon siswa tersebut memancaing emosi DS sehingga menyundutkan rokok dan mengenai mulut korban.

"Untuk korban yang disundut rokok dibawa ke puskesmas untuk divisum," sebut Dedi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...