logo

28/10/18

Gerindra: Warga Madura Tetap Pilih Prabowo Meski Tol Suramadu Gratis

Gerindra: Warga Madura Tetap Pilih Prabowo Meski Tol Suramadu Gratis

NUSANEWS - Presiden Joko Widodo resmi menggratiskan tarif kendaraan yang melintasi Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura). Sebelumnya, pemerintah mematok tarif untuk jembatan penghubung Surabaya, Pulau Jawa dengan Bangkalan, Pulau Madura ini berdasarkan golongan kendaraan.

Sebagai kubu oposisi, Anggota Badan Komunikasi Gerindra Andre Rosiade turut mengapresiasi kebijakan tersebut. Dia berharap, setelah digratiskan, pertumbuhan ekonomi bisa meningkat signifikan.

"Kalau tujuannya baik, agar perekonomian meningkat, kami sebagai oposisi konstruktif mendukung hal itu. Kalau kebijakannya baik, kita apresiasi," ujar Andre saat dihubungi kumparan, Minggu (28/7).

Jokowi resmikan penggratisan jalan tol Jembatan Suramadu, Sabtu (27/10/2018). (Foto: Agus Suparto/Presidential Palace)


Saat dimintai tanggapan apakah kebijakan ini untuk kepentingan Pilpres 2019, Andre mencoba berprasangka baik. Meski begitu, Andre meyakini, kebijakan ini tak akan mempengaruhi suara masyarakat yang sudah mantap memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ya, kalau motif, ya, tentu, Pak Jokowi tentu enggak mau kalah. Kita tahu Pak Jokowi ingin menang, tentu segala hal dilakukan Jokowi supaya enggak kalah," tuturnya.

"Walaupun ada ulama Madura yang angkat tangan (mengacungkan satu jari di peresmian), kami percaya, insyaallah masyarakat Madura akan tetap memilih Prabowo-Sandi," sambung Andre.

Sebelumnya, momen peresmian tarif gratis Tol Suramadu pada Sabtu (27/10) lalu, turut dihadiri Iriana Widodo, para menteri, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, dan sejumlah ulama. Seusai meresmikan di atas truk, Jokowi mengajak mereka semua untuk berjalan ke tengah jembatan.
Setelah berjalan ke tengah sekitar 700 meter, Jokowi sempat berbincang-bincang sebentar lalu kembali ke dekat truk kontainer.

Saat Jokowi larang Ulama acungkan satu jari di Tol Jembatan Suramadu, Surabaya, Sabtu (27/10/2018). (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)


Saat berada tak jauh dari truk itulah, para ulama mengacungkan jari telunjuk mereka seraya berjalan dan berteriak bersama 'Nomor satu, nomor satu! Nomor satu, nomor satu!'
Jokowi yang sudah kembali ke dekat truk lalu menoleh dan meminta para ulama untuk tidak mengangkat jari telunjuk. Sebab, posisi Jokowi saat meresmikan penggratisan Tol Suramadu, adalah sebagai Presiden RI, bukan calon presiden nomor urut 1.

Jokowi juga sudah membantah bahwa kebijakan ini dilakukan untuk menarik suara di Pilpres 2019. Menurutnya, kebijakan menggratiskan tarif tol Jembatan Suramadu telah dikaji pemerintah sejak tahun 2015.

"Ini kan tadi kan perjalanannya sudah saya sampaikan, 2015 sudah digratiskan sepeda motor, 2016 sudah dipotong 50 persen tapi belum ada dampak," kata Jokowi di Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (27/10).

"Kalau kita mau urusan politik, ya, entar saya gratiskan bulan Maret saja tahun depan. Jangan apa-apa dikaitkan dengan politik. Ini urusan ekonomi, ini urusan investasi, ini urusan kesejahteraan, ini urusan rasa keadilan," tegasnya.

Tol Jembatan Suramadu, Surabaya. (Foto: Yudhistira Amran Saleh/kumparan)


Di awal pengoperasian, PT Jasa Marga Cabang Surabaya Gempol ditunjuk sebagai operator sementara Tol Suramadu. Adapun besaran tarif tol pada saat itu untuk golongan I Rp 30.000, golongan II Rp 45.000, golongan III Rp 60.000, golongan IV Rp 75.000, golongan V Rp 90.000, dan golongan VI Rp 3.000.

Setelah 6 tahun beroperasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pada 1 Maret 2016, menurunkan tarif Jembatan Suramadu melalui Keputusan Menteri PUPR nomor 60/KPTS/M/2016.

Adapun tarif golongan I sesuai Keputusan Menteri PUPR itu turun menjadi Rp 15 ribu, golongan II  Rp 22.500, golongan III Rp 30.000, golongan IV Rp 37.500, golongan V Rp 45.000, dan golongan VI atau sepeda motor menjadi gratis.

Kini, Jokowi mengubah Tol Suramadu menjadi jalan biasa yang tidak ada tarifnya.



SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...