logo

11/10/18

Gerindra Sebut Prabowo 'Dikepung', Tim Jokowi: Framing Dizalimi

Gerindra Sebut Prabowo 'Dikepung', Tim Jokowi: Framing Dizalimi

NUSANEWS - Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin mengomentari pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menyebut sang Ketum, Prabowo Subianto, dikepung selama momen pencapresan. TKN menyebut hal itu dilontarkan agar Prabowo terlihat sedang dizalimi.

"Ya saya kira disampaikan oleh Gerindra adalah satu upaya framing bahwa mereka lagi dizalimi, mereka dilemahkan secara, seakan-akan, secara struktur dan masif yang sesungguhnya dan terjadi bagian dari menutupi keburukan dari tim kampanye mereka yang selama ini, yang secara faktual ditemukan membangun narasi kebohongan-kebohongan terus-menerus," kata Wakil Ketua TKN Abdul Kadir Karding kepada wartawan di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).

Akibat narasi kebohongan itu, Karding menyebut elektabilitas Prabowo menurun. Dengan perkataan Sekjen Gerindra itu, ia menyebut Prabowo tidak perlu baper.

"Pak Probowo ini adalah mantan Danjen Kopassus, saya kira tidak patut baper, tidak perlu lemah begitu seperti yang beliau sering katakan 'saya ini seorang kesatria', ya sudah bertarung saja sepanjang tidak ada aturan yang dilanggar, sepanjang tidak ada hoax, sepanjang tidak ada fitnah, sepanjang tidak ada black campaign kita bertarung saja. Itulah politik memang apa adanya," ungkap Karding.

Politikus PKB itu menyebut Presiden Jokowi selama ini tidak pernah mengeluh. Meskipun ada isu yang menyebar terkait PKI hingga SARA, Karding menyebut Jokowi tidak pernah mengeluh.

"Yang kedua, isu-isu yang dibangun bernuansa sangat pribadi dan SARA. Misalnya isu soal PKI, soal agama, dan lain sebagainya. Itu berat, tetapi kami tidak mengeluh. Kami menyampaikan dan menjawabnya dengan data dan alhamdulillah publik, masyarakat dengan akal sehat, dengan adat ketimuran bertahap tapi pasti memberi dukungan kepada Pak Jokowi," kata Karding.

Sebelumnya, Hanura mengomentari pernyataan Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menyebut sang Ketum, Prabowo Subianto, dikepung pada pencapresan 2019. Menurut Hanura, pernyataan itu menunjukkan sikap putus asa para kader Gerindra.

Partai Gerindra menyebut Pilpres 2019 adalah yang terberat bagi Prabowo Subianto. Gerindra mengatakan sang Ketum seperti dikepung dalam pencapresan kali ini.

'Kepungan' yang dimaksud bersumber dari hasil berbagai lembaga survei dan pengarahan kepala daerah untuk mendukung Jokowi. Kemudian para pengusaha yang takut mendukung Prabowo-Sandi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...