logo

31/10/18

Gegara Rupiah Melemah, Rugi PLN Makin dalam di Kuartal III-2018

Gegara Rupiah Melemah, Rugi PLN Makin dalam di Kuartal III-2018

NUSANEWS - Penguatan dollar terhadap rupiah membuat kerugian PT PLN (Persero) kuartal III-2018 naik menjadi Rp17,32 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp2,22 triliun.

Selain selisih kurs, laporan keuangan yang publikasikan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (30/10/2018), menunjukkan kerugian terjadi karena pendapatan usaha tidak mentutupi beban usaha.

Total pendapatan perseroan yang hanya membukukan Rp200,91 triliun sedangkan beban usaha sebesar Rp224 triliun.

Faktor utama besarnya beban usaha yang ditanggung PLN berasal dari bahan bakar dan pelumas sebesar Rp101,87 triliun atau naik 16,28 persen dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp85,27 triliun.

Selain itu faktor lainnya adalah beban pembelian tenaga listrik sebesar Rp60,61 triliun, beban penyusutan sebesar Rp22,78 triliun, beban pemeliharaan Rp15,01 triliun, dan beban. PLN juga masih menggendong selisih kurs yang cukup besar.

Kendati begitu, dalam keterangan resmi yang dirilis PLN, sebelum dihitung selisih kurs PLN meraup laba sebesar Rp9,6 triliun pada kuartal III-2018 atau meningkat 13,3 persen dibandingkan dengan tahun lalu sebesar Rp8,5 triliun.

Kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan dan efisiensi yang dilakukan oleh perusahaan serta adanya kebijakan pemerintah DMO harga batubara.

Biaya operasi yang didominasi oleh beban bahan bakar masih terkendali, terutama karena adanya kebijakan Pemerintah DMO harga batubara untuk sektor kelistrikan yang telah berjalan efektif.

“Meskipun sebagian besar pinjaman PLN masih akan jatuh tempo pada 10-30 tahun mendatang, namun berdasarkan standar akuntansi yang berlaku dan hanya untuk keperluan pelaporan keuangan. Maka pinjaman Valas tersebut harus diterjemahkan (kurs) kedalam mata uang Rupiah sehingga memunculkan adanya pembukuan rugi selisih kurs yang belum jatuh tempo (unrealised loss) sebesar Rp17 triliun,” kata I Made Suprateka Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN dalam keterangan resmi.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...