logo

26/10/18

Emak-emak ke Prabowo: Harga susu mahal, Pak!

Emak-emak ke Prabowo: Harga susu mahal, Pak!

NUSANEWS - Ribuan emak-emak yang berasal dari Jabodetabek berkumpul di lapangan Kalender, Jakarta Timur, Rabu (24/10) lalu. Kehadiran mereka dalam rangka menghadiri Gerakan Emak-emak dan Anak Minum Susu (Gerakan Emas) yang digelar oleh Sahabat Aksi.

Gerakan Emas yang merupakan sebuah gerakan sosial dari masyarakat sebagai perwujudan atau simbolisasi kebijakan pemerintahan Prabowo-Sandi di masa depan, dalam rangka menyelamatkan Generasi Emas Indonesia 2030 dari ancaman stunting atau gizi buruk di Indonesia

“Kegiatan Ini untuk pencegahan stunting dan kita melakukan penyuluhan kepada masyarakat kepada ibu ibu hamil dan menyusui. Ini juga dalam rangka memenuhi kebutuhan gizi ibu dan anak. Pemeriksaan sudah dilakukan lebih dari 100 orang balita pada acara ini,” kata Ketua Umum Gerakan Emas, Nur Asia Uno kepada puluhan ribu emak-emak di GOR Stadion Kalender, Jakarta Timur, Rabu (24/10).

Dalam acara deklarasi Gerakan Emas ini, Calon Presiden nomer urut 02 yang juga merupakan inisiator gerakan emas, Prabowo Subianto juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Selain Prabowo, hadir juga salah satu deklarator Gerakan Emas lainnya yakni Hashim Djojohadikusumo.

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa sebagai inisiator gerakan emas ini ia mengaku sangat senang karena antusiasme masyarakat terutama kaum ibu begitu besar dalam program pemenuhan gizi anak. Hal tersebut terlihat dari banyaknya jumlah peserta yang hadir pada acara tersebut.

“Saya menyambut baik semangat dan antusiasme gerakan emas. Memang sudah lama saya berpikir bahwa bangsa Indonesia ini kurang gizi, kurang protein. Saya lama berpikir, salah satu langkah dan tindakan yang cepat untuk memperbaiki kekurangan protein ini adalah dengan minum susu,” ungkap Prabowo di acara tersebut.

Namun ia menyadari bahwa menggerakkan program minum susu ini akan mendapatkan banyak sekali tantangan, terutama dari mahalnya harga susu formula dipasaran. Pada acara ini banyak kaum ibu atau emak-emak yang berteriak harga susu mahal.

Karena itu Prabowo berjanji jika dirinya terpilih menjadi pemimpin di Indonesia bersama dengan Sandiaga Salahuddin Uno maka ia akan membantu membuat harga susu menjadi murah dan mudah dikonsumsi oleh masyarakat. “Susu mahal pak, susu mahal,” teriak ribuan emak-emak.

Mendengar teriakan tersebut Prabowo langsung menanggapinya. “Karena itu kita bikin tidak mahal, siapa bilang susu mahal. kita bikin tidak mahal nanti,” ungkap Prabowo yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan dari ribuan emak-emak.

Ketua Umum DPP Partai Gerindra ini bercita-cita ingin membuat gerakan tersebut gerakan revolusi putih atau gerakan minum susu bagi penguatan sel otak dan tulang untuk anak-anak bangsa Indonesia. Sebab, ia ingin anak-anak di Indonesia memiliki kecerdasan intelektual yang baik serta memiliki sel tulang yang kuat sehingga bangsa Indonesia dapat bersaing dengan bangsa bangsa lain.

“Saya ingin anak-anak di seluruh Indonesia walau orang tuanya miskin, tapi harus bisa minum susu tiap hari. dan saya berjanji kalau Insyaallah rakyat indonesia beri kepercayaan ke saya dan saudara sandi, saya janji di hadapan rakyat Indonesia bahwa saya akan laksanakan gerakan ini sampai ke desa-desa. Tiap anak-anak Indonesia harus minum susu tiap hari. Mereka harus berkembang jadi anak kuat dan pinter. Anak-anak Indonesia harus cerdas, pinter, harus kuat, dan Indonesia akan jadi macan asia kembali,” tandasnya.

Dalam kegiatan tersebut, panitia penyelenggara juga memberikan susu kepada ribuan emak-emak sebagai simbol semangat deklarasi Gerakan Emas ini. Selain susu, para peserta juga diberikan sari kacang hijau sebagai tambahan asupan gizi bagi ibu hamil dan ibu yang masih menyusui dan untuk meningkatkan kualitas makanan bagi si calon bayi serta meningkatkan kualitas ASI.

Dalam acara tersebut, Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo dan Nur Asia Uno juga diajak untuk melihat langsung proses pemerahan susu sapi dan kambing yang tersedia di area deklarasi Gerakan Emas tersebut. Setidaknya ada sekitar dua ekor sapi perah dan dua ekor kambing etawa yang berada di lokasi pemerahan tersebut

Dokter muda dari Indonesian Islamic Youth Ekconomic Forum, Dhienda Nasrul mengakui jika kondisi ekonomi Indonesia sangat mempengaruhi terjadinya gizi buruk.

“Itu betul. Jadi memang jika harga bahan makanan tinggi, bagi masyarakat yang tidak mampu akan berpengaruh terhadap gizi buruk kepada anak-anaknya,” kata Dhienda dalam acara diskusi Rabu Biru bertajuk ‘Generasi Emas Menuju Indonesia 2030’ di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, Rabu (24/10/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Senior Analyst Sandinomics, Arie Mufti menyampaikan, saat ini sebanyak 9 juta anak Indonesia mengalami gizi buruk. Hal ini akan semakin menjadi ancaman besar karena Indonesia akan mengalami bonus demografi. “Masih ada banyak anak-anak kita yang tertinggal. Ini kegagalan besar yang mengancam optimalisasi bonus demografi,” ujar Arie.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...