Breaking

logo

Ekonomi Dunia Layaknya Game of Thrones, Ini yang Perlu Diwaspadai

Ekonomi Dunia Layaknya Game of Thrones, Ini yang Perlu Diwaspadai

NUSANEWS - Indonesia harus siap mengantisipasi kondisi ekonomi dunia terkini yang dianalogikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti film Game of Thrones. Jokowi mengatakan ada ancaman yang datang dari utara, yakni 'Evil Winter'.

Evil Winter ini dapat dimaknai sebagai imbas dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China. Imbasnya bakal dirasakan oleh seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, Indonesia harus siap mengantisipasi.

Untuk mengantisipasi dampak negatif perang dagang, Indonesia harus memperbaiki fundamental perekonomian dalam negeri, salah satunya adalah defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

"Ya kita harus membereskan rumah tangga kita sendiri dari sisi current account deficit," kata Ekonom PT Bank Central Asia Tbk (BCA) David Sumual saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (13/10/2018).

Indonesia juga perlu mendorong ekspor yang saat ini masih lebih rendah dibandingkan impor, sehingga membuat neraca transaksi perdagangan menjadi defisit. Hal itu ujung-ujungnya menyebabkan CAD.

Indonesia juga perlu menjaring lebih banyak devisa dari sektor pariwisata. Hal itu juga dilakukan untuk memperbaiki neraca transaksi berjalan Indonesia.

"Terus bagaimana dorong ekspor. Itu memang agak susah dalam jangka pendek, terus bagaimana kita juga lihat proyek-proyek mana yang jadi prioritas ke depan, terus gimana dorong devisa masuk dari pariwisata, macam macam yang bisa kita lakukan," sebutnya.

Pemerintah juga harus menjaga arus modal asing tidak keluar dari Indonesia dengan menciptakan sentimen positif bagi pelaku pasar. Menurutnya, Bank Indonesia (BI) sudah membuat kebijakan cukup baik dari sisi moneter. Tapi pemerintah juga harus bekerja secara lebih baik.

"Harus diimbangi dari kebijakan pemerintah juga, mulai dari BBM, perdagangan, bagaimana mengundang investasi, melakukan reformasi kebijakan di bidang investasi maupun perdagangan supaya kita bisa menghadapi turbulensi," jelasnya.

"Kebijakannya harus seimbang ya, di satu sisi juga mempertahankan daya tahan fiskal kita, di sisi lain juga harus menjaga keseimbangan dengan menjaga daya beli, ekonomi domestik juga. Karena kita 56% ekonomi kita didominasi oleh ekonomi domestik," tambahnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

KOMENTAR PEMBACA

loading...