logo

12/10/18

Din Syamsuddin Sampaikan Rekomendasi 'Indonesia Maju' untuk Capres

Din Syamsuddin Sampaikan Rekomendasi 'Indonesia Maju' untuk Capres

NUSANEWS - Pergerakan Indonesia Maju (PIM) yang didirikan mantan ketua umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin bersama beberapa aktivis, menggelar acara penguatan visi kebangsaan mengundang capres-cawapres.

Namun dalam acara yang digelar di Hotel Sahid, Sudirman, Jakarta, Jumat (12/10) itu, hanya capres nomor urut 02, Prabowo Subianto yang hadir bersama beberapa tim suksesnya. Sementara capres-cawapres nomor 1 diwakili oleh timses Arsul Sani.

Dalam sambutannya, Din menyampaikan PIM yang berisi pakar dan profesional seperti Hamdan Zoelva, Siti Zuhro, hingga Airin Rachmi Diany, sengaja mengundang capres-cawapres untuk menyampaikan sumbangan pemikiran yang disebut visi kebangsaan.

"Kami juga secara seksama dengan penuh tanggung jawab mengamati masalah yang dihadapi bangsa. Dan khusus masalah ini tidak ada kaitan dengan Pilpres dalam arti mendukung atau tidak capres cawapres tertentu," ucap Din Syamsuddin.

Ketua Dewan Pertimbangan MUI itu lalu menyampaikan paradigama yang disebut Indonesia maju, sebagai berikut:

1. Maju dari kebiasaan mementingkan diri sendiri atau kelompok, dengan mengedepankan kepentingan umat dan bangsa yang lebih luas

2. Maju dari tirani perasaan benar sendiri menjadi anak bangsa yang toleran dan menghargai perbedaan

3. Maju dari sifat-sifat feodalisme dan primordialisme menjadi egalitarian yang menempatkan sesama anak bangsa dalam posisi dan perlakuan sama

4. Maju dari budaya nepotisme dengan mengedepankan budaya meritrokrasi dan maju dari budaya yang hanya mencela belaka dengan membangun budaya menghargai upaya dan hasil karya orang lain.

5. Maju dari kecenderungan memuaskan diri dengan kesenangan dan menganiaya diri sendiri dengan memakai narkoba

6. Maju dari budaya kekerasan dengan mengedepankan akal daipada okol (otot)

7. Maju dari kebiasaan korupsi dan mulai bekerja membangun prestasi

8. Maju dari ketergantungan dari bangsa lain dan mulai membangun kemandirian.

9. Maju dari rasa rendah diri dalam pergaulan antarbangsa.

10. Maju dari kecintaan dunia fana belaka dan mulai menyeimbangkan kehidupan dengan
menjalankan ajaran agama yang baik


Untuk mencapai itu, Din memaparkan ada 6 hal yang menjadi prasyarat. Yaitu:

1. Pertama adanya good governance yang harus menjelma baik di pusat dan daerah baik eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Good governence menuntut kreatifitas dan inovasi, kemampuan menciptakan hal baru mencapai tujuan.

Lebih dari tu pemerintahan yang baik adalah pemerintahan yang melayani. Untuk itu good governance menuntut kepekaan, kepedulian, dan sikap mementingkan masyarakat umum daripada diri sendiri atau kelompok.

2. Kepemimpinan transformatif, kepemimpinan penentu berjalan tidaknya roda pemerintahan. Kepemimpinan bangsa perlu watak kepemimpinan trasformatif. Kepemimpinan yang visioner dan berorientasi kepada perubahan.

3. Perlu adanya masyarakat berbasis teknologi, intelektualisme adalah hal yang penting dan berharga. PenguasaanIptek harus jadi program prirotas, menggalakkan kajian dan penelitan. Perlu meningkatkan kualitas pendidikan, mendesak ditempatkan lembaga riset.

Kita memandang perlu keseimbangan antara infrastruktur fisik dan nonfisik. 

 - Din Syamsuddin 

4. Kita memandang perlu keseimbangan antara infrastuktur fisik dan nonfisik.

5. Peran pusat dan daerah adanya keseimbangan dari peran masing-masing mengatasi sentralisasi sebagai solusi kesenjangan ruang. Masih ada kerancuan dalam pelaksanaanya di lapangan.




SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...