logo

27/10/18

Diancam Disetop Prabowo, Konstruksi Kereta Cepat JKT-BDG Dikebut

Diancam Disetop Prabowo, Konstruksi Kereta Cepat JKT-BDG Dikebut

NUSANEWS - Calon Presiden Prabowo Subianto akan mengkaji ulang beberapa proyek infrastruktur di Indonesia yang telah ditandatangi dalam perjanjian Belt and Road Intitiative China jika terpilih sebagai Presiden Republik Indonesia 2019-2024. Salah satu proyek yang akan dievaluasi adalah proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang telah dimulai pembangunannya sejak 21 Januari 2016 tersebut.

Menjawab bayang-bayang penghentian, kontraktor proyek kereta cepat terus mengebut pekerjaan konstruksi.

Dalam keterangan kontraktor kereta cepat yakni PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), pekerjaan konstruksi Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) menunjukkan tren yang semakin positif menjelang pergantian tahun menuju 2019.

Hal ini ditandai dengan telah selesainya akuisisi lahan 113 km atau 80 persen dari total jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 km yang menghubungkan empat stasiun, yaitu: Halim, Karawang, Walini dan Tegalluar Bandung. Selebihnya, sisa lahan sepanjang 29,3 km akan segera dibebaskan dan dioptimalkan bagi fasilitas umum dan sosial.

Percepatan proyek Kereta Cepat yang Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Foto: Dok: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)

Sejalan dengan itu, Wika yang tergabung dalam HSRCC (High Speed Railway Contractors Consortium) atau Konsorsium Kontraktor Pembangunan KCJB juga telah menerima mandatori pekerjaan awal konstruksi dari PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) selaku pemilik proyek untuk lahan sepanjang 83,3 km dari lahan yang sudah diakusisi.

Direktur Utama Wika Tumiyana mengatakan bahwa kurang dari satu semester sejak bergulirnya drawdown (pencairan) awal dari China Development Bank (CDB) pada April lalu, percepatan pekerjaan konstruksi KCJB terus menunjukkan grafik yang meningkat.

"Hingga pekan ketiga Oktober ini, Wika yang tergabung dalam HSRCC telah menggarap tidak kurang dari 74 persen lahan yang selesai diakuisisi," ujar Tumiyana dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/10).

Lebih lanjut, Tumiyana menjelaskan bahwa dari tanah yang sudah diserahterimakan tersebut, HSRCC telah memetakan 216 titik lokasi pekerjaan konstruksi, di mana 34 di antaranya telah dimulai konstruksinya. Konstruksi paling utama sudah dimulai pada titik-titik kritis (total 22 titik kritis), antara lain: struktur, tunnel, jembatan dan subgrade.

Percepatan proyek Kereta Cepat yang Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Foto: Dok: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)

"Prioritas pertama, kami fokuskan kepada titik-titik kritis karena di sinilah sejatinya lokasi pekerjaan dengan tingkat risiko tinggi itu harus diselesaikan dengan kalkulasi terukur dan prudent," jelas dia.

Titik kritis dimaknai sebagai lokasi di mana jalur yang akan dilintasi oleh Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang nantinya bersinggungan dengan fasilitas atau penunjang infrastruktur yang sudah ada sebelumnya. Oleh karenanya, dibutuhkan relokasi atau penyesuaian-penyesuaian pada fasilitas atau penunjang infrastruktur tersebut tanpa mengurangi fungsi dan esensi yang melekat. Hal itu menjadi prioritas, mengingat karateristik kereta cepat membutuhkan perlintasan sebidang sebagai mitigasi keselamatan (safety).

Update Pekerjaan di Titik Kritis

Percepatan pekerjaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung bukanlah pepesan kosong. Tumiyana mengatakan, hal itu dapat dibuktikan dari bagaimana aktif dan masifnya HSRCC pada percepatan pekerjaan konstruksi (struktur, tunnel, jembatan dan subgrade) di beberapa lokasi.

Konstruksi tunnel contohnya. Saat ini, sudah ada 7 tunnel (tunnel 1, 2, 4, 6, 8, 10, 11) dengan panjang bervariasi yang telah dimulai konstruksinya. Dari ketujuh tunnel tersebut, tunnel 6 yang melintasi Desa Puteran, Desa Cikalong dan Desa Rende, Kecamatan Cikalong Wetan, Kabupaten Bandung Barat didaulat sebagai tunnel terpanjang dengan jarak antara kedua mulut tunnel mencapai 4,478 km.

Pada KM 3 Jalan Tol Jakarta-Cikampek, HSRCC akan membuat tunnel di bawah jalan tol tersebut dengan panjang 1,885 km. Konstruksinya sendiri diimplementasikan melalui metode konstruksi shield tunneling dengan bantuan tunnel boring machine (TBM).

Hingga pekan ketiga Oktober 2018, konsorsium telah membangun launching shaft di lokasi tunnel 1, termasuk menyelesaikan konstruksi diaphragm wall sebanyak 91 buah. Selain itu, konsorsium saat ini sedang dalam tahapan membangun crown beam yang akan berfungsi untuk menahan beban tanah di sekitar launching shaft.

Pada lokasi lainnya, DK23+248~DK23+741 atau sekitar KM 25 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Konsorsium, saat ini sedang membangun 28 continuous beam pile foundation dari total 80 buah yang direncanakan serta 36 simply supported beam pile foundations, continuous rigid frame bridge pile foundation.

Kemudian pada lokasi tunnel 4 dan 6, dilakukan ekskavasi open-cut dan sedang melakukan untuk anchorage pile. Sedangkan pada tunnel 8, konstruksi sudah berlangsung dengan ekskavasi tunnel sedalam 30,4 meter.

Kemajuan yang paling pesat dalam konstruksi tunnel berada di Walini, di mana saat ini sedang dilakukan pemasangan lembar waterproof.

Sebagai informasi, saat ini konstruksi tunnel Walini sudah sampai pada tahapan formwork guna pengerjaan secondary lining pada crown side dan wall side. Galian tunnel Walini hingga saat ini sudah sedalam 143 meter.

Pada pengerjaan struktur jembatan, konsorsium juga telah menyelesaikan pengerjaan 253 bored piles di DK115 (daerah sekitar BRIGIF). Bahkan, pengecoran terhadap pile cap pun sudah selesai dikerjakan.

Percepatan proyek Kereta Cepat yang Dikerjakan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (Foto: Dok: PT Wijaya Karya (Persero) Tbk)

Progress yang tidak kalah penting adalah pembangunan fasilitas sementara (temporary facilities) untuk mendukung pekerjaan utama konstruksi. Direncanakan ada total 26 batching plant untuk memproduksi kebutuhan beton di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Sudah ada 3 batching plant yang sudah siap beroperasi, antara lain, di daerah Cibatu, Walini dan juga daerah Baros. Sedangkan, 19 batching plant lainnya sedang dalam konstruksi.

Pengerjaan konstruksi casting yard secara masif pun juga sedang dilakukan, di mana 3 dari total 4 casting yard sedang dalam konstruksi. Salah satu casting yard, terletak di samping gerbang tol Cikarang Utama KM 28 Jalan Tol Jakarta-Cikampek dengan luas lebih kurang 20 hektare. Casting yard tersebut nantinya berfungsi untuk memproduksi box girder dari struktur jembatan proyek KCJB.

Selain itu semua, masih banyak fasilitas sementara lainnya yang saat ini secara paralel sedang dikerjakan, yaitu jalan akses konstruksi, disposal area, workshop, laboratorium dan lain-lain.

"Pengerjaan konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini masih terus dikebut agar konstruksi bisa selesai dalam waktu 36 bulan dan diharapkan dapat beroperasi pada medio 2021," tegas Tumiyana, optimistis.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...