logo

24/10/18

Demo pembakaran bendera kalimat tauhid, massa FUIB desak pembubaran Banser

Demo pembakaran bendera kalimat tauhid, massa FUIB desak pembubaran Banser

NUSANEWS - Ribuan orang dari sejumlah ormas yang tergabung dalam Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Sulawesi Selatan berunjuk rasa mendesak polisi memproses hukum para pelaku pembakaran bendera berkalimat tauhid. Mereka meminta polisi menangkap seluruh pelaku, bukan hanya tiga anggota Banser yang telah menjadi tersangka.

Aksi berlangsung di depan gerbang perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (24/10), dipimpin ketua FUIB Sulsel Muchtar Daeng Lau.

"Kami mengutuk keras aksi pembakaran bendera kalimat tauhid di Garut yang dilakukan orang-orang dari Banser itu. Katanya sudah ditangkap tiga orang tapi sesungguhnya kami menginginkan seluruh pihak yang terlibat langsung dalam pembakaran itu harus diproses," kata Muchtar.

Muchtar mengatakan, aksi pembakaran itu adalah tindakan penistaan agama, dan telah membuat umat Islam marah. Meski begitu, dia meminta umat Islam khususnya di Makassar dan di Sulsel tetap bersabar menunggu proses hukum berjalan.

Ribuan massa FUIB di Makassar turun jalan 2018 Merdeka.com/Salviah Ika Padmasari


Tapi jika dalam perjalanannya nanti, ternyata seluruh pihak yang terlibat langsung dalam tindakan pembakaran itu tidak diproses, dia mengancam akan mengerahkan massa dalam jumlah yang lebih besar.

"Kepada Menteri Hukum dan HAM kiranya memproses lembaga atau ormas-ormas yang kemungkinan besar menyalahi aturan, izinnya segera dicabut," tandasnya.

Aksi ini dipantau langsung Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel, Kombes Adeni Mohan, Kabid Propam Polda Sulsel AKBP CF Hotman Sirait, Direktur Intelkam Polda Sulsel, AKBP Des Aditiawarman dan Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar. Selama tiga jam berlangsung, aksi yang diikuti 5.000 orang ini berlangsung damai. Massa membawa bendera liwa dan rayah dan poster bertuliskan bubarkan Banser.

Kapolrestabes Makassar Kombes Irwan Anwar yang ditemui di lokasi mengatakan, awalnya massa bermaksud melanjutkan aksinya ke Mapolda Sulsel namun pihaknya memilih sambut langsung para pengunjuk rasa itu.

"Pernyataan tuntutan dan aspirasi telah kami terima dan akan diteruskan ke Kapolda Sulsel. Kita juga telah sampaikan bahwa kasus di Garut itu sedang dalam proses penyidikan Polda Jawa Barat," kata ujarnya.

Dia mempersilakan jika masih ada elemen-elemen yang hendak melakukan aksi serupa untuk menyampaikan aspirasinya, pihak kepolisian siap melayani. Dan dalam waktu dekat Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Umar Septono akan melakukan musyawarah dengan seluruh elemen khususnya umat Islam. Kepolisian berharap, jangan sampai terjadi peristiwa yang justru akan mengadu sesama umat Islam.

Irwan menambahkan, kepada anggota Banser khususnya yang ada di Makassar, akan diberikan pengamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...