logo

24/10/18

Curhat Jonan Ingin Ganti Bensin Premium dengan E100

Curhat Jonan Ingin Ganti Bensin Premium dengan E100

NUSANEWS - Mandatori B20 atau biodiesel 20% yang berjalan sebulan lebih sejak awal September lalu, dinilai sukses oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan akan dikembangkan di tahun mendatang.

Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam wawancara khusus dengan CNBC Indonesia, Selasa (23/10/2018), mengatakan program B20 sebenarnya sudah dijalankan sejak 2-3 tahun lalu oleh kementerian.

"Pertumbuhannya pelan-pelan sudah naik dan jalan praktiknya di atas 70%-80%. Untuk capai 100% bisa? Bisa tinggal atur logistiknya, diatur juga sentra-sentra pencampuran jangan terlalu banyak akhirnya ongkos kapalnya juga besar. Ini yang diatur lagi dan tidak ada yang menentang," ujar Jonan.



Jonan menegaskan ini bukan hanya untuk kepentingan petani kelapa sawit, tapi juga untuk mengurangi polusi. "Paling tidak 20%-nya tidak menimbulkan polusi yang ganggu perubahan iklim, harapannya lebih bersih udaranya," ujarnya.

Keinginan menghadirkan bahan bakar lebih ramah lingkungan juga terus digenjot. Harapan Jonan B20 bisa berkembang ke B30 seiring perkembangan zaman dan teknologi. Tak cuma B30, bahkan sedang dikaji agar bisa hijrah langsung ke B100 atau green diesel. "Green diesel itu 100% minyak sawit," kata Jonan.

Jika green diesel sukses, Jonan pun mempertimbangkan untuk mengembangkan bioetanol untuk mengganti dan mengurangi bensin Premium. "Kalau yang tadi gasoil ini gasoline, ada daerah yang menerapkan? Ada misalnya Sulawesi Selatan mendorong nira jadi etanol. Sepakat saya, silakan saja dilakukan," jelasnya.

Bahkan, lanjutnya, Jonan tak ingin sekadar dikembangkan E5 atau E2 yang kandungan bioetanolnya 2% hingga 5%. "Kalau perlu E30 atau E100, tapi siap tidak produsen dalam negerinya?," ujarnya.

Ia sedang mempelajari apakah sawit juga bisa dikonversi menjadi etanol. Jika itu memungkinkan pemerintah akan mendorong penggunaannya hingga 100%.

"Kalau perlu Premium itu 100% dari etanol. Tapi karena ini belum siap pemerintah belum terapkan nanti kalau terapkan impor lagi toh," jelasnya.

Berdasar data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi B20 hingga kuartal III-2018 mencapai 3,49 juta KL. Lebih tinggi dibanding realisasi 2017 yang sebesar 3,41 juta KL. Targetnya tahun ini realisasi B20 bisa tembus 5,7 juta KL.

B20 jadi salah satu juru selamat yang diandalkan RI untuk menjaga devisa. Jika target terpenuhi, diperkirakan penghematan devisa yang dicapai bisa US$ 2,3 miliar.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...