logo

13/10/18

Ciduk 2 polisi pakai narkoba, BNN Sumsel desak diskotik Dharma Agung ditutup

Ciduk 2 polisi pakai narkoba, BNN Sumsel desak diskotik Dharma Agung ditutup

NUSANEWS -  Kedapatan mengonsumsi narkoba jenis sabu saat berada di tempat hiburan malam, dua anggota polisi diciduk Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumsel. BNN mendesak pemerintah setempat mencabut izin operasional diskotik yang disinyalir menjadi sarang narkoba.

Razia digelar di sejumlah diskotik di Palembang, Jumat (12/10) malam. Dari tempat hiburan malam itu, petugas tak menemukan pengunjung yang mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes.

Selanjutnya, petugas menuju diskotik Dharma Agung yang berada di Jalan Kolonel H Barlian Palembang. Di sanalah, petugas mengamankan 17 pengunjung yang urinenya positif mengandung methamphetamin. Terdiri dari enam wanita dan sebelas pria.

Dari total pengunjung yang diamankan, dua di antaranya merupakan anggota polisi berpangkat brigadir. Keduanya telah diserahkan ke Bid Propam Polda Sumsel untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kepala BNN Sumsel, Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengungkapkan, pengunjung yang kedapatan mengonsumsi narkoba itu, selain anggota polisi, saat ini tengah menjalani pemeriksaan medis dan psikologis.

"Tadi malam kita razia di banyak tempat hiburan malam. Hasilnya ada 17 pengunjung yang mengonsumsi sabu di Dharma Agung, dua di antaranya anggota polisi," ungkap Jhon saat dihubungi merdeka.com, Jumat (12/10).

Dari keterangan pengunjung, kata dia, barang terlarang itu didapatkan dari dalam diskotik Dharma Agung. Artinya, tempat hiburan malam tersebut sengaja menyediakan narkoba bagi pengunjung.

"Saya katakan diskotik itu sarang narkoba. Ada yang memasok narkoba, pengunjung beli dari sana," ujarnya.

Oleh karena itu, Jhon mendesak Pemerintah Kota Palembang untuk mencabut izin operasional diskotik Dharma Agung. Tujuannya untuk memutus rantai peredaran narkoba dari tempat hiburan malam.

"Setiap razia, pasti ada pengunjung Dharma Agung yang mengonsumsi narkoba. Kejadian itu terus berulang sampai tadi malam," kata dia.

"Kami segera menyurati Wali Kota Palembang dan Dinas Pariwisata untuk menyegel dan mencabut izin operasionalnya. Jangan tutup mata dong, jangan hanya memperoleh keuntungan," tegasnya.


SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...