logo

14/10/18

Boni Hargens sebut Gaya Kampanye Sandiaga Penuh Ilusi

Boni Hargens sebut Gaya Kampanye Sandiaga Penuh Ilusi

NUSANEWS - Pengamat politik Boni Hargens mengatakan, gaya kampanye kubu calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno telah bergeser dari isu agama ke ekonomi, tepatnya setelah calon presiden Joko Widodo (Jokowi) memilih KH. Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden pendampingnya.

Hal itu disampaikan Boni menanggapi pernyataan Sandi soal ukuran tempe setipis kartu ATM dan harga sepiring nasi ayam di Singapura yang lebih murah daripada di Indonesia, pun dengan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

"Sebetulnya ada pergeseran dari wacana agama karena tidak efektif lagi sejak Pak Jokowi memilih KH Ma'ruf jadi wapres. Mereka bergeser ke isu ekonomi, tapi cara-cara itu juga tidak berpengaruh signifikan karena (nilai tukar) rupiah ternyata persoalan global," kata Boni di , Jakarta Pusat, Sabtu (14/10/2018).

Selanjutnya, Boni pun menilai Sandi membangun narasi-narasi yang penuh ilusi, salah satunya adalah soal tempe yang setipis kartu ATM.

Sementara soal perbedaan harga nasi ayam di Singapura dengan Indonesia juga dipandangnya terlalu berlebihan, lantaran tiap negara memiliki otoritas dalam menentukan harga barangnya sendiri.

"Tempe setipis ATM itu juga ilusinya Sandi. Kalau nasi ayam lebih murah, so what? Soal penentuan harga itu haknya setiap sistem ekonomi negara. Itu otoritasnya sebuah negara, ngapain dibandingin?" ucap Boni.

"Di sini (Indonesia) air mineral lebih murah dari pada di Eropa, tapi alkohol di sana lebih murah dari pada di sini, elu mau apa? Jadi jangan komparasi dua sistem politik dan sistem ekonomi yang berbeda untuk dijadikan bahan kampanye karena itu kebodohan permanen," tandasnya.

SUMBER © NUSANEWS.ID

Komentar Pembaca

loading...